Per 10 Januari 2026, kami mohonkan permintaan informasi publik kepada PPID KEMENDIKDASMEN seputar kajian kurikulum dan silabus yang menjadi dasar penyetaraan SMK untuk Wapres Gibran. Sampai hari ini, 9 Feb 2026, masih belum ada jawaban.
Earn up to $3,000 monthly with Google, but not many are aware of this opportunity.
Ready to jump in? All you need is:
→ Internet access
→ A smartphone or computer
→ Time (2-3 hours)
Want the free guide?
To get it, just:
1. Like & Retweet
2. Comment "Google"
3. MUST be Following (so that I can dm)
Kita perlu presiden yg bener2 bisa fokus pada hal ini. Untuk itu seluruh rakyat pemilih juga harus rela untuk tdk melibatkan diri dalam hal yg kemungkinan berkaitan dg hal ini (bansos; serangan fajar dll).
Bangsa ini mau dibawa kemans *UAH* kita berhrp para ulama2 harus bersatu utk menyelamatkan negeri ini, jgn lagi ulama sbg *bamper* bagi pemerintahan yg mengobok2 negeri ini ditangan *elit2 politik rakus*.
"𝑲𝒐𝒏𝒄𝒐𝒊𝒔𝒎𝒆" 𝑨𝒍𝒂 𝑷𝒓𝒂𝒃𝒐𝒘𝒐
Dua hari sebelum Pemilu 2024 digelar, Prabowo Subianto menyinggung soal praktik koneksi dalam kaitan dengan bagi-bagi jabatan di Indonesia. Prabowo menyebut praktik tersebut sebagai “koncoisme”.
Seperti ‘menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri, Prabowo justru melakukan praktik koncoisme tersebut setelah menang dan dilantik menjadi Presiden RI.
Dalam Kabinet Merah Putih, misalnya, terdapat 54 perwakilan partai yang masuk dalam susunan kabinet sebagai menteri/wakil menteri dan kepala/wakil kepala badan/lembaga/utusan khusus presiden/dewan khusus. Dari total jumlah itu, partai Gerindra mendapat porsi terbanyak, yaitu 18 orang, yang terdiri dari lima menteri, delapan wakil menteri, lima kepala/wakil kepala badan/lembaga/utusan khusus presiden/dewan khusus yang melapor langsung ke presiden.
Tak sebatas kader partai, para penopang politik Prabowo yang tergabung dalam TKN pun diberikan jabatan. Jumlahnya mencapai 36 orang, tersebar di hampir seluruh struktur, mulai dari jabatan menteri, wakil menteri, hingga utusan khusus presiden dan badan/lembaga. Di antara nama-nama itu, sebagiannya datang dari latar belakang pebisnis di sektor industri ekstraktif.
Praktik koncoisme ala Prabowo tak berhenti di situ, tetapi juga terkait bagi-bagi jabatan di sejumlah perusahaan BUMN. Sejumlah kader partai dan pendukung, termasuk mereka yang dulu mengkritik keras Prabowo, turut mendapat jabatan.
Daftar orang dalam visual ini pun baru sebagian, dari begitu banyak kader partai, loyalis, dan pendukung Prabowo dalam Pemilu 2024 yang mendapat jabatan.
Jadi, #IndonesiaGelap itu nyata!
Baca: Indonesia di Bawah Kendali Rezim Ekstraktif https://t.co/P74zD54nnY
Pelantikan Para Boneka Ekstraktif untuk Muluskan Penjarahan Indonesia https://t.co/5TyuNoG6ue
Danantara: Antara Mimpi Kesejahteraan Rakyat dan Hasrat Memperpanjang Kekuasaan Ekonomi-Politik https://t.co/rHgQYh1J4s
Ya sy juga salah satu kurban BUMN, meski tdk sebesar mereka...padahal kami umkm dan betul modal nya pinjam dari bank. Dan bank ga mau tahu waktu bayar harus bayar...bisa dibayangkan kalo modal pinjaman trus berhenti disitu...
Bpk Presiden, tolong kasihani rakyat yg spt. di video ini. Sering, jk rakyat yg berhutang pd negara maka dikejar, disita asetnya sampai telanjang. Tp sering juga, jika negara yg berhutang pd rakyat maka negara menunda lama atau tak mau membayar meski rakyat sdh berjuang habis2an