Wah, Komdigi minta klarifikasi Meta soal suspend massal WhatsApp, deadline Senin. Akun diretas, dipake buat sebar link judol, lalu tiba-tiba hilang atau diminta tinjauan. Korban kayak Hesti tiga kali kena. Pemerintah kirim surat, minta penjelasan penyebab, langkah penanganan, status pemulihan, dan kanal aduan.
Klasik. Meta (WhatsApp) sistem keamanannya bolong, WhatsApp Web gampang dikompromikan, judol merajalela, akun rakyat biasa jadi korban. Yang kena suspend bukan pelakunya, tapi pemilik asli yang tiba-tiba kehilangan akses. Komdigi baru bergerak setelah rame, kasih deadline lima hari seolah-olah itu ancaman berat.
Kalau Meta beneran peduli, sudah dari dulu perketat verifikasi, deteksi anomali lebih cepat, kasih recovery yang gampang. Tapi kenyataannya user disuruh nunggu, lapor, berdoa. Pemerintah juga cuma minta “klarifikasi”, bukan sanksi tegas atau kewajiban upgrade keamanan. Deadline Senin? Tunggu aja jawaban formal yang isinya “kami sedang investigasi” atau “sesuai kebijakan platform”.
Ujung-ujungnya yang rugi tetap rakyat. Akun hilang, komunikasi putus, bisnis kecil macet, sementara judol tetap jalan dan Meta tetap cuan. Seperti biasa, regulasi datang belakangan, solusi setengah-setengah, dan masalah yang sama bakal muncul lagi bulan depan.