Orang² benci anies itu sbner nya ga logis. Gue sempet nanya sama orng yg benci bngt sama anis, gue bilang gini "Lu kan benci anies ya dan ga suka sama dia, apa sih yg lu benci dari dia. Perasaan gue tuh orang kaga ngebakar hutan, kaga korupsi, kaga bkin rusak keluarga lu, kaga makan pajak lu dll?"
Trus dia bilang "Ya benci ajh gue, apalagi pas debat pilpres ngatain wowok. Trus omongan nya tinggi". Dri kesimpulan dia, kebencian mereka tidak logis ditambah dikompor²in sama buzzer wowok. Padahal "Jika memang anis gabisa kerja, cuma omon² ngapain diserang terus? Ya tinggal bantah ajh segala macem argumen nya si anis. Faktanya ga ada yg mampu kan?." "Rezim ini tau ga bkalan mungkin ngotorin tangan nya buat bunuh anis, tpi mereka bisa bunuh karakter nya anis melalui buzzer² ini". Ya tujuan nya biar nama dia semakin jelek, terbukti ada konten tiktod bilang "Lebih takut anis jadi presiden" 😅
GIBRAN GET OUT
AYO SOSIALISASI PE MAKSULAN GIBRAN MELALUI PARLEMEN JALANAN
Hari. Selasa
Tgl. 20/10/26
Jam. 15.30
Di. Bundaran Senayan/ patung pemuda
Tikum Depan ratu plaza
DC Seragam SD SMP SMA
JANGAN BERHARAP ADA TSUNAMI PERLAWANAN BILA SIKAP KITA DIAM
@ArnoldBelau Kezaliman penguasa berdampak musibah bagi rakyatnya .. dg mendiamkan, jgn harap kezaliman penguasa akan hilang .. saat nya rakyat yg hrs bertindak sblm terlambat..
BANGSA INDONESIA 🇲🇨
HANYA TAKUT dgn KELUARGA BANGSAT INI
GAK USAH MEMBANTAH KALO TAKUT MENGHUKUM MEREKA YG SUDAH BERHASIL MERUSAK & MENGHANCURKAN:
📌SISTEM 🇲🇨
📌HUKUM 🇲🇨
📌KONSTITUSI 🇲🇨
📌DASAR 🇲🇨
📌EKONOMI 🇲🇨
📌PENDIDIKAN 🇲🇨
📌BUDAYA 🇲🇨
📌AKAL SEHAT BANGSA 🇲🇨
#IndonesiaRusak
Jika DPR tidak membentuk pansus angket untuk mengusut wapres ilegal lebih baik negara ini bubar saja. Sudah gak beres lagi hukum di Republik ini semuanya dibuat main main.
FAKTANYA
Pendukung 02 jauh lebih benci Anies
dibanding hidupnya sengsara 5 tahun
Lebih takut disebut anak Abah dibanding mati lampu, kebakaran, keracunan, antre BBM 5 jam.
@LambeSahamjja gaji penasihat dan pembantu2 lainnya hny kedok suap pembungkaman .. begitu jg dg proyek mbg dan kopdes hny kedok bagi2 jatah ke politisi2, parcok2 dan parjo dlm mengamankan jabatan yg didapat dg kecurangan.
IJAZAH GIBRAN JUGA TIDAK ADA
Dokumen apa yang membuktikan pemenuhan syarat pendidikan seorang calon pemimpin negara? Bagaimana dokumen tersebut dinilai, disetarakan, dan diperiksa sebelum pencalonannya diterima?
IJAZAH GIBRAN JUGA TIDAK ADA karya Dr. Bonatua Silalahi, https://t.co/tw0eHLIhUs., M.E. menelusuri pertanyaan tersebut melalui penelitian empiris dalam perspektif Kebijakan Publik. Sebagai kelanjutan buku Ijazah Jokowi Tidak Ada, buku ini memusatkan perhatian pada bukti pendidikan paling rendah tamat SMA atau sederajat dalam pencalonan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024, serta membahas secara khusus pencalonannya dalam Pilkada Surakarta 2020.
Pembaca diajak mengikuti perjalanan penelitian melalui permohonan informasi publik, sengketa di Komisi Informasi, penelusuran ke Singapura, analisis dokumen pendidikan luar negeri, hingga pemeriksaan bukti dan putusan Mahkamah Konstitusi. Surat Keterangan Nomor 9149/D.D1/KS/2019, Certificate of Attendance dari UTS Insearch, riwayat OPSS, dan konteks MDIS dibahas untuk menguji hubungan antara kehadiran, penyelesaian pendidikan, kelulusan, dan penyetaraan.
Buku ini mempertemukan sistem pendidikan, kearsipan, keterbukaan informasi, dan penyelenggaraan pemilu. Dokumen, keterangan para pihak, pandangan peneliti, serta pertimbangan dan amar pengadilan dibedakan agar pembaca dapat menilai dasar setiap kesimpulan. Makna “tidak ada” dalam judul dijelaskan menurut objek, lingkup, dan bukti yang ditelusuri.
Ditujukan bagi peneliti, mahasiswa, praktisi hukum, penyelenggara pemilu, jurnalis, dan masyarakat yang menaruh perhatian pada demokrasi serta akuntabilitas negara, buku ini menawarkan bahan untuk memahami bagaimana persyaratan jabatan publik seharusnya dibuktikan dan dipertanggungjawabkan.
Dapatkan eBook-nya di link ini: https://t.co/O47NV7j9Kz