Terobsesi, cinta, dan membela gila-gilaan sang idola yang jelas-jelas non muslim.
Mungkin lupa atau belum tahu hadits ini,
“Seseorang itu bersama orang yang dicintainya pada hari kiamat.”
Apakah mau dikumpulkan bersama sang idola?
Yang sehat akalnya akan menjawab, “tidak”
Gimana ga gendut ini bumil, perutnya harus selalu terisi, mulutnya kudu ngunyah terus, kalo ngga mual muntah yg sungguh nikmat tp melelahkan 😌 jam set 12 abis makan siomay sepiring, sekarang udah minta makan lg Astaghfirullah 🤦
Pamer kemesraan di sosmed tidak ada manfaatnya, yang di dapat justru :
1. Ancaman Allah tentang dayyuts
2. Bisa terkena penyakit 'ain
3. Rasa ujub dlm diri
4. Membuka pintu iri & dengki orang lain
5. Dan ketidakmanfaatan lainnya.
Yaa Allah..
Kuatkanlah diriku dalam menghadapi permasalahan dan kesedihan.
Aku lemah, dan tidak ada sesuatu yang dapat menguatkanku, melainkan hanya Engkau Yaa Allah.
Astaghfirullah kebiasaan suka salah liat jam, kirain udah setengah 6 eh taunya baru setengah 5, adzan subuh aja belum tp udah shalat duluan kan jadinya ya Allah siweur 🤦
Hanya karena dia memilih diam saat diajak debat denganmu bukan berarti kamu menang dan dia kalah.
Kadang, beberapa orang memang lebih memilih menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, bukan adu urat leher sembari melontarkan kata-kata kasar.
Jika kamu tidak dapat menemukan apa yang kamu cintai, maka cintailah apa yang sudah kamu punya dan temukan. Sekarang mungkin biasa saja, tapi saat sudah kehilangan ia akan sangat menyesakkan dada. Hargai selagi ada, apa pun dan siapa pun itu.
Ikhlas itu belajarnya sekali, tapi ujiannya akan terus ada berkali-kali. Belajar mengerti, kalau tidak semua yang diharapkan bisa terjadi. Belajar untuk menyadari, kalau hidup tidak selalu sesuai dengan ekspektasi. Karena banyak hal baik, yang akan Allah pilih.
Rasa malumu seharusnya lebih besar dihadapan Sang Pencipta daripada dihadapan ciptaan.
Takutlah akan kekecewaan-Nya sebelum mencemaskan apa yang dikatakan orang.
-tulisan seseorang hafizhahullah