Dari Norwegia lawan Senegal kita belajar:
1. Kapten yang sudah tidak bisa mengikuti ritme pertandingan bisa berdampak negatif
Ini ngomongin Koulibaly. Sudah saatnya bagi Koulibaly untuk berhenti. Lawan Prancis 'ruang'nya dieksploitasi habis-habisan. Lawan Norwegia pun begitu. Gol pertama adalah kesalahan antisipasinya.
2. Pelatih yang tepat bisa tahu bagaimana menangani generasi emas
Ståle Solbakken membawa Norwegia lolos Kualifikasi dengan perkasa, padahal ada Italia di sana. Kecemerlangannya berlanjut di Piala Dunia. Lawan Irak okelah, beda kelas. Tapi lawan Senegal ia membuktikan.
3. Satu momen. Satu momen saja bisa mengubah pertandingan.
Tadi babak pertama, Senegal yang berkuasa. Norwegia sulit mengembangkan pertandingan. Tapi satu momen gol dari Pedersen membuat arah angin berganti. Momen gol kedua Sarr juga membuat game on. Seru sampai detik terakhir.
Norwegia lolos ke 32 besar!🔥
Senegal berharap bisa termasuk dalam peringkat tiga terbaik. Karena mereka belum layak tersingkir.
Portugal kocak, sampe hydration break mainnya masih sama kayak babak pertama. Berharap apa?😅
Come on, Martinez! Main apa itu tadi?😭 Padahal Kongo juga nggak serapet Australia sama Tanjung Verde…
Baru pas Francisco Conceição masuk mulai cair, ada combination play. Tapi ya itu end passing-nya juga nggak presisi.
Kalo mainnya masih kayak match pertama gini sih, nggak bakal bisa melaju jauh ini Portugal.
Buat Kongo, salut!🫡 Di match ini kalian lebih keliatan punya urgensi, gairah, dan keinginan buat menang dibanding generasi emas Portugal ini🤣
@toshibatv_id | #FeelEveryGoal
Satu nama juga yang ga boleh dilupain tadi adalah bek Cabo Verde, Pico.
2016 : Masih jadi bankir di Dublin
2017 : Pemain pro bersama Shamrock Rovers
2019 : Direkrut jadi pemain timnas Cabo Verde lewat LinkedIn
2024 : Perempatfinalis Piala Afrika
2026 : Debut Piala Dunia
Ingatlah bahwa pria ini baru merasakan sepak bola profesional penuh di usia 25 tahun, sebuah usia ketika banyak bintang2 Eropa sudah meraih belasan trofi.
Ada rasa tidak percaya bahwa anak laki2 yg dulu dibesarkan oleh neneknya itu, kini, seminggu setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-40, berhasil berdiri tegak menjaga gawangnya tak kebobolan di panggung termegah di dunia, melawan salah satu tim terhebat di dunia.
Matanya yg memerah berkaca2 seakan menceritakan ribuan malam sepi di klub2 pengembaraannya mulai dari Angola, Siprus, hingga Moldova.
Lalu semuanya bermuara pd malam yg sangat magis ini.
Gurat2 di wajahnya, tatapan matanya yg kosong namun sarat makna, menunjukkan kelelahan fisik ekstrem setelah bertempur habis2an. Ia seorang pria dewasa, namun ia tak menyembunyikan kerapuhannya.
Foto yg luar biasa..
▪️ World Cup debutants
▪️ World ranked 64
▪️ Smallest country by land area to ever qualify
▪️40-year-old goalkeeper who plays in Portuguese second division
▪️ Central defenders who play in League of Ireland and UAE Pro League
THE MIGHTY CABO VERDE JUST HELD SPAIN TO A GOALLESS DRAW 🤯🇨🇻
NO HYPE. FULL DRAMA!!
Euforia Piala Dunia kali ini emang gak semeriah biasanya, tp ternyata turnamen dibuka dengan banyak cerita.
Secara permainan gak ada kejutan. Tuan rumah, Meksiko, dominan. Afsel gak bisa kasih perlawanan.
Meski demikian dua sejarah tercipta di Azteca 🇲🇽
Sejarah pertama diciptakan Julian Quiñones.
Lahir di Kolombia, ia dinaturalisasi Meksiko pada 2023 setelah hidup di sana sejak remaja.
Quiñones jadi pemain naturalisasi pertama yg mencetak gol di laga pembuka sepanjang sejarah Piala Dunia.
Gol cepat Quiñones di menit ke-9 itu menentukan alur pertandingan. Afrika Serikat dibikin mati kutu dari awal, sekalinya ada peluang yg bisa tepat sasaran, semuanya tidak menyulitkan.
Rasa frustasi Afsel begitu terasa ketika pemain pengganti, Themba Zwane melakukan aksi kekerasan ke Roberto Alvarado (84').
Itu kartu merah kedua buat Bafana Bafana. Sphephelo Sithole diusir duluan di awal babak kedua.
Lucunya, Meksiko yg udah tinggal menunggu peluit akhir buat kunci kemenangan justru diserang panik.
Cesar Montes ikutan dapet kartu merah di injury time setelah dianggap menutup peluang emas Afsel.
Kartu merah Montes itu akhirnya membuat laga ini menciptakan sejarah kedua: Laga pembuka dengan kartu merah terbanyak dalam sejarah Piala Dunia!
Gembar-gembor Piala Dunia 2026 mungkin gak serame biasanya, tp Azteca udah jadi saksi dua sejarah.
Padahal baru pertandingan pertama! Kalo gini ceritanya, kayaknya kita harus siap nih buat drama-drama selanjutnya 😤
@toshibatv_id #FeelEveryGoal
PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi untuk Pertamax dan Pertamax Green per Rabu (10/6/2026).
Jika sebelumnya harga Pertamax (RON 92) Rp 12.300, kini naik menjadi Rp 16.250 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter, dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Baca di: https://t.co/0VswaYauMl