Sepakat, bahkan menurut saya trio itu masih agak underrated kalau dibandingkan dengan trio-trio legendaris lain yang lebih sering dibahas.
Mascherano, Xabi Alonso, dan Gerrard punya kombinasi yang nyaris sempurna:
Mascherano = penghancur serangan lawan.
Xabi Alonso = pengatur tempo dan distributor bola.
Gerrard = mesin yang bisa bertahan, menyerang, mencetak gol, dan mengubah jalannya pertandingan.
Yang membuat mereka spesial adalah perannya sangat jelas dan saling melengkapi. Mascherano memberi kebebasan pada Alonso untuk mengatur permainan, sementara Alonso dan Mascherano memungkinkan Gerrard bermain lebih maju dan lebih berbahaya. Bahkan Benitez pernah menjelaskan bahwa kehadiran Mascherano menjadi kunci untuk memaksimalkan peran menyerang Gerrard.
Banyak fans Liverpool saat itu sampai menyanyikan lagu “the best midfield in the world”, dan jujur saja, itu bukan klaim yang terlalu berlebihan. Liverpool mencapai final Liga Champions 2007 dan menjadi penantang serius gelar Premier League 2008/09 dengan kekuatan utama berada di lini tengah mereka.
Kalau ada satu kekurangan, mungkin hanya karena mereka bermain di era yang sama dengan lini tengah Barcelona, Milan, Chelsea, dan kemudian Spanyol yang luar biasa kuat. Jadi pencapaian trio ini kadang tertutup oleh nama-nama yang lebih glamor.
Tapi dari segi keseimbangan?
Mascherano = petarung.
Alonso = otak.
Gerrard = senjata pemusnah massal.
Sulit mencari trio yang lebih komplet daripada itu.
Bahkan banyak fans Liverpool sampai hari ini masih menganggap Alonso–Mascherano–Gerrard sebagai puncak lini tengah Liverpool di era Premier League.
Seperti kata Jürgen Klopp: "sepakbola adalah hal terpenting di antara hal-hal yang paling gak penting di hidup ini"
Hari ini izin bergabung bersama mahasiswa dan masyarakat yang turun ke jalan 🙏
Oki Rengga membagikan cerita di Threads setelah membeli Pertamax. Kurang lebih, seperti ini percakapannya dengan petugas SPBU:
"kemarin pagi ngisi bensin lah aku, iseng kutanya abangnya, pertamax udah naik ya bang? iya bang oki udah mulai naik, memang anjingnya ini refleks kubilang, abang itu nyambut, memang kontol ini bang, terus dia, eh maaf bang, hahahahaha tiba tiba ketawa kami berdua. agak kaget sih, dia ternyata emosi juga."