Lo gatau seberapa jahat org yg nyembelih, as you can see dia cuma kebingungan..
Fyi aja tapir bukan hewan yg agresif SAMA SEKALI, bayangin lo lagi bingung tersesat gatau jalan pulang kerumah lo all alone and the next thing you know lo udh mati ditangan orang jahat.
"Bullying dan body shaming mungkin terdengar seperti candaan bagi sebagian orang. Namun bagi korbannya, setiap ejekan bisa meninggalkan luka yang jauh lebih dalam dari yang terlihat.
Tidak ada seorang pun yang pantas dihina karena penampilan, bentuk tubuh, warna kulit, atau kondisi fisiknya. Kata-kata yang kita ucapkan bisa menetap di ingatan seseorang selama bertahun-tahun.
Mari jadikan video ini sebagai pengingat untuk lebih berhati-hati dalam berbicara. Sebab, memilih menghargai selalu lebih baik daripada memilih menyakiti.
Stop bullying. Stop body shaming. Karena setiap orang berhak merasa aman, dihargai, dan diterima apa adanya."
#SahabatBadak, kami menyayangkan tindakan penganiayaan terhadap seekor tapir di Mesuji, Lampung. Satwa liar yang seharusnya hidup aman di habitat alaminya justru menjadi korban ketika berada di luar kawasan hutan.
Hewan seimut, sejinak, dan sepenting ini harus berakhir di tangan manusia2 jahat. 🥹
Fyi, tapir itu kyk petani di hutan. Dia herbivora, makanin daun, biji2an, buah2an. Fesesnya berfungsi jd pupuk alami. Tapir jg hewan purba yg udh ada dari zaman prasejarah. Keren bgt kan dia?
Nangis baca kasus tapir dibunuh. Selama 10 thn kerja di konservasi, ga pernah aku nemu yg namanya konflik tapir.
Hewan ini ga ngerusak kebun orang. Ga makan ternak warga. Kalo ketemu manusia cenderung menghindar, gak agresif.
Tapirs are gentle & chill, but they killed him 💔
Gojek co-founder and former Education Minister Nadiem Makarim has been sentenced to 10 years in prison after being convicted of corruption.
Makarim, a former billionaire and symbol of Indonesia’s tech boom, says the verdict is politically motivated and plans to appeal.
@ardisatriawan Bapaknya ekonom ulung, anaknya jadi tentara gagal, jadi kepala keluarga gagal, jadi bapak gagal, jadi pejantan pun gagal, sekalinya berhasil jadi presiden pun juga gagal sebagai presiden 🤣🤣🤣
Satu2nya keberhasilan nya adalah berhasil menjadi orang paling gagal 🤣🤣🤣
ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
This morning, after Nadiem was sentenced to 10 years in jail, it’s clear that Google needs to take a strong official stand.
The Indonesian judges sullied Google’s name, claiming without evidence the U.S. giant engaged in bribery to win a Chromebook laptop contract.
In this fiction, Google invested in Nadiem’s company, GoJek. In return, Nadiem, who left GoJek to become Education Minister, ordered the purchase of Chromebooks.
Prosecutors failed to put any evidence forward to back this defamatory allegation. Yet Nadiem got 10 years. Why? Because he tried to reform a corrupt ministry and made a lot of enemies.
How can Google remain silent in the face of these baseless allegations. Just because a judge said it, doesn’t make it any less defamatory.
I would expect Sapna Chadha and other senior Google leaders in the region to show the backbone to speak up now. Nadiem was Google’s trusted partner for years. They invested in his company. Will they remain quiet just to protect their business in Indonesia. Where are they in his time of need?