Siapa belum ngantuk? Ini ada video yang isinya trivia singkat perihal Kopdes Merah Putih dari Mba Diana Nurindrasari sama Mas Harkan. Kabarin ke kami yaa kalo kalian tercengang;)
Kasihan sekali jadi WNI. Padahal nenek sedang berusaha untuk bertahan hidup demi sesuap nasi.
Padahal amanah UUD 1945 mengatakan bahwa :
“fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara“
Diatur dalam Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pengelola Negara dan Aparatnya SANGAT DZOLIM!!
Hahahaha.. kalem, tp menusuk tepat di ulu hati 😁
Ya bang Fery ya bang Media.
Keren
Tidak boleh lagi percaya spt orang2 Tua smp bang Ngabalin, yg memuja muji habis2an pdhl problematikanya Kita ketahui..
Lah.. yg diomongin ngekek aja dia 😏
"Klo bang Ngabalin, tidak mungkin sekelas presiden bisa Salah.. lah matematika 10+6 sj salah"🤣
"Mengelola negara tidak cukup dg niat mulia..
Sayangnya Pak Presiden hidup di th 1970 imajinasinya... Ketika negara lain berlomba memperkuat tekhnologi, industri, penciptaan lapangan kerja bernilai tinggi..."
Kita sibuk sm MBG & KDMP?! 🤪
Mundur wir...mundurrr...
media askar bilang indonesia udah berubah jadi republik oligarki:
- orang super kaya cuma 1700 orang
- tapi kekayaannya gak kebayang
- 50 orang aja kekayaannya udah setara sama kekayaan 55 juta penduduk indonesia
- orang super kaya bisa dapet uang 13 miliar sehari
- sementara buruh cuma naik gaji 2000 sehari
- kekayaan mereka bahkan lebih gede dari sultan sultan di timur tengah
- kekayaan mereka juga ngelebihin kapasitas apbn nasional
- mereka yang nentuin harga barang kayak ojol minyak goreng lpg 3kg sampe properti
- oligarki juga beli demokrasi lewat partai politik dan politisi jadi satu orang kaya suaranya setara jutaan rakyat biasa
- jadi bukan lagi dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat
- tapi dari orang kaya oleh orang super kaya untuk orang super kaya
ASN ini sedang menghina rakyat penerima bantuan (bansos). Padahal dia digaji negara dari duit rakyat.
Ayo bantu viralkan sampai dia minta maaf.
@BKNgoid@kemendagri mohon bantuan ditegur ASN kalian ini.
Orang kaya makin kaya karena dia gak kena pajak penghasilan.
Kok bisa?
Gampang:
Gaji resmi dia cuma selevel UMR atau bahkan $1.
Kekayaannya? Numpuk di perusahaan, di saham, di aset.
Mau makan enak, beli jet, liburan?
Tinggal pinjam ke bank pake jaminan aset. Bunga lebih murah daripada bayar PPh.
Pajak penghasilan pribadi?
Nol besar.
Sementara kita yang gajian 5-8 juta, setiap bulan dipotong, akhir tahun pusing isi SPT.
Mereka main di level “capital gain belum realisasi” + “utang yang legal”.
Kita main di level “gajian langsung boncos”.
Adil banget kan sistemnya
Laporan analisis terbaru Harian Kompas melempar alarm ekonomi paling mengerikan tahun ini: Setelah fenomena "MANTAP" (Makan Tabungan), kini masyarakat kelas menengah-bawah meluncur ke fase "MATANG" (Makan Utang) hanya demi mencukupi kebutuhan perut sehari-hari.
Ketika Istana sibuk mengklaim "fundamental ekonomi bagus" & pertumbuhan di atas 5%, data OJK & Bank Indonesia per Mei 2026 justru membongkar kenyataan berdarah-darah di lapangan.
1. Pinjaman Konsumtif Meroket Rp160,7 Triliun.
Total saldo utang dari Pinjol (Pindar), Kartu Kredit, dan Paylater melonjak 26,4% (YoY) menembus Rp160,7 Triliun. Pinjol memegang porsi terbesar hingga Rp103 Triliun, sementara pembiayaan Paylater tumbuh paling liar mencapai 42,04%.
2. Pegadaian Kebanjiran Warga yang Gadai Barang.
Pembiayaan industri Pegadaian meledak 57,97% (YoY) menjadi Rp131,2 triliun, di mana 84% di antaranya adalah rakyat yang terpaksa menggadaikan barang berharga demi bertahan hidup.
3. Tsunami PHK Sektor Riil
Sebab utamanya dibeberkan oleh CELIOS (Nailul Huda): badai PHK sektor riil kian tak terkendali. Data Kemnaker per Juni 2026 mencatat korban PHK melonjak 23 kali lipat dalam sebulan (dari 829 orang di Mei menjadi 19.530 orang di Juni).
4. Konsumsi Semu Hasil Numpuk Cicilan
Guru Besar FEB Unand (Prof. Syarifuddin Karimi) menegaskan: tingginya angka belanja warga hari ini bukan karena pendapatan riil naik, melainkan ditopang utang berulang . Warga terjebak lingkaran setan cicilan yang siap meledak menjadi krisis kredit macet (NPL) dan pemicu kriminalitas sosial.
Inilah dampak nyata dari kebijakan fiskal ugal-ugalan: APBN dibakar ratusan triliun untuk proyek pemborosan non-produktif, sementara sektor riil dibiarkan sekarat, BBM dinaikkan, dan daya beli rakyat dihancurkan. Mengelola negara itu menggunakan rasio ekonomi riil, bukan modal omon-omon klaim statistik di atas kertas.
Video ; kompas tv
"Monyet yang rakus hanya bisa menghabiskan dua tandan pisang,
Gajah yg mengamuk hanya bida merusak 10 pohon saja,
Tapi manusia rakus dengan akalnya bisa membakar hutan, merusak pulau, dan gunung!"
-media askar