awalnya lagi scrolling reels. tiba2 nemu video kak sabrina dan aku langsung baca tentang artikel yang dibahas. ada qoute yang ngena banget dari artikel ini yang bikin aku mikir tentang lazy ambitious
“a dream without action isn’t a dream. it’s a wish”
menarik banget untuk dibahas karena secara gak sadar pasti pernah kita lakuin.
meskipun aku pengin bgt pindah ke luar negeri
tp, bagian sedihnya adalah sejujurnya aku sayang bgt sm negara ini.
alamnya indah.
makanannya enak.
beraneka ragam seni dan budaya.
aku lahir di sini.
aku tumbuh di sini.
banyak kenangan di sini.
artis yang kusuka.
film yang kerap ku putar.
lagu yang sering ku dengar.
orang-orang yang ku sayang.
semuanya ada di sini.
also, bhinneka tunggal ika is a cute motto tho.
tp, dgn keadaan sekarang kami dibuat tak nyaman.
mau makan dibuat susah.
hendak bernapas dibikin sesak.
berita muncul menyakitkan kepala.
memohon keadilan mengancam raga.
program-program telah dimanipulasi
dirancang seakan berorientasi
untuk kepentingan rakyat kecil.
padahal untuk sekadar hidup layak, berbagai hal dipersulit.
semua ini dilakoni hanya untuk memenuhi nafsu kaum elit.
seakan kebahagiaan tak pernah menjadi hak kami.
dan satu-satunya jalan untuk mendapatkankannya adalah dengan pergi dari rumah sendiri.
tempat yang sedari kecil kami huni, penuh dengan memori.
dan ku masih berharap semoga keadaan hari esok lebih baik dari hari ini.
terplesetlah engkau di kamar mandi, wahai si gemoy anjing.
Aku sukaaa banget mendoakan orang lain yang baik-baik (apalagi tanpa orang itu tau) karena pernah dengar kajian ustadz nya bilang kalau kita doakan orang lain diam-diam, nanti malaikat juga berdoa ke Allah buat kita dan bilang, “Kabulkan juga yang sama untuknya Ya Allah.”
Ada banyak banget cara supaya kita disayang sama Allah terus 🤍
Anak FK UI sempet-sempetnya jadi wakil bem univ, keren bgt masyaAllah.
Kalimat yg disampaikan rapih, tertata, jujur dan kritis.
Kalo wakil yg onoh, bisa gak serapih ini kalo debat?
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Efek MBG di stop sementara:
1. Harga telur turun jd 24k
2. Harga ayam turun jd 30k
3. Susu uht plain tidak langka
4. Rupiah menguat sedikit
5. IHSG cetak +5%
6. Tidak ada siswa keracunan
7. Para Ka SPPG yg joget2 di bogor, pada gigit jari
8. Guru jadi ga sibuk buang sisa makanan dan ngitung ompreng
Ini baru stop semntara dalam beberapa hari, ekonomi langsung lebih baik.
Apalagi STOP TOTAL?
SETUJU MBG STOP TOTAL?
I say this to my kids all the time. Do it for the plot. Do it for the story. Tell yourself if it all goes wrong it will just be a funny story. Ironically job interviews, dates, and public speaking go better anyway if you're just happy to be there and not overthinking it!!
Cerdas banget demo kali ini
CCTV publik kan tadi infonya tidak bisa diakses.
Tapi karena demonya di Bundaran HI, itu artinya semua pekerja di gedung-gedung pencakar langit sekitar situ akan menjadi CCTV sukarela.
Banyak yang langsung jadi citizen journalist 😬
Indonesian President Prabowo’s $15B FREE school meals program is causing budget strain.
If that's not bad enough, it's been the source of food poisoning and corruption.
PRABOWO IS LOSING FISCAL CONTROL. THAT IS CREATING A CONFIDENCE PROBLEM AND A SINKING RUPIAH.
Kalimat "Kalau Dipanggil Yang Maha Kuasa Saya Tetap Monitor Kalian," ini problematis.
Secara literal, kalimat itu menyatakan bahwa bahkan setelah meninggal (“dipanggil Yang Maha Kuasa”), seseorang masih akan “memonitor” orang lain. Tentu ini mustahil secara faktual. Karena itu, kalimat tersebut bukan pernyataan literal, melainkan metafora. Masalahnya, metafora yang dipilih menyiratkan bahwa pengawasan dan kontrol pribadi melampaui batas kehidupan. Dalam budaya demokrasi modern, kekuasaan seharusnya melekat pada institusi, bukan individu. Ini seolah-olah hendak menyatakan, bahkan kematian tidak mengakhiri kekuasaan seseorang.
This is free advice from an expensive psychologist. If you’re an anxious person, do everything for fun. Go to a job interview for fun. Submit documents for fun. Start a blog for fun. Anxiety feeds on importance. Don’t make everything a matter of life and death.
Pemadaman listrik terjadi karena kebijakan si bolu ketan yang mangkas kuota produksi batubara perusahaan gila2an sampe 40%-70%. Gak cuma batubara aja sih, nikel dan emas pun juga dipangkas.
RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) bulan Juni gak di-acc. Jadinya gak ada produksi. Perusahaan tambang milih tutup. Efeknya banyak karyawan tambang yang dirumahkan.
Contohnya ada salah satu perusahaan tambang yang punya 12 ribu karyawan disisain cuma 300-400 aja di site buat jualan. Sisanya? Ya dirumahkan.
Alasan dirumahkan karena udah gak ada kegiatan. Tinggal jualan sisa yang ada doang. Ini pun tetep dibikin susah sama negara karena ada kebijakan 1 pintu.
Mau jual ke PLN lebih susah lagi cashflow-nya karena tau sendiri gimana bisnis sama pemerintah/BUMN. Pasti perusahaannya dipalak. Daripada dipalak, ya mending gak dijual.
Jadi ketersediaan batubara di PLTU yang harusnya seminimal mungkin tersedia untuk 26 hari, tapi sekarang kenyataan di lapangannya hanya tersedia untuk 11-12 aja. Dan ini terjadi hampir di semua PLTU yang ada di pulau Jawa.
Imbasnya terjadi pemadaman listrik karena stok batubara di PLN menipis. Jadi ibarat kata, sekarang PLN lagi berhemat. Tapi efeknya rakyat yang jadi korban.
Intinya ini semua terjadi karena kesalahan si bolu ketan dan jajarannya. Bisa jadi mereka salah itung karena kapasitas produksi tambang batubara masih gede tapi dibatesin buat jaga harga.
Ditambah saat ini rupiah melemah dan dollar makin tinggi. Semua bingung atur cashflow karena pemerintahnya sendiri juga bingung atur cashflow APBN disebabkan kebijakannya sendiri.
Tau sendiri kan APBN dihabisin kemana, ya ke embege dan kopdes.
Makanya salah satu tuntutan demo besok itu agar embege dan kopdes di stop karena udah ditahap bener2 ngerugiin negara.
liat di threads tadi ada kak gabriellaocv, yg ngenotice ada orang di atas gedung
Ngeliat mahasiswa demo ❌
Mencari org org sus di atas gedung ✅
So far uda nemu 3 org di pinggir gedung tinggi, di atas Hotel Indonesia, UOB, Graha Mandiri
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.