Dan itu melelahkan.
Bayangin saja, sementara orang lain bisa fokus menjalani hari, mereka harus membagi tenaganya antara hidup di dunia luar dan menenangkan badai di dalam kepala sendiri.
Jadi kalau mereka terlihat sering lupa, sebenarnya itu bukan tanda mereka lemah. Justru itu tanda betapa kerasnya mereka berusaha bertahan, walau dari luar kelihatannya baik-baik saja.
Pernah waktu sesi konseling, aku nanya ke psikolog, “Kenapa ya orang yang lagi depresi atau sering cemas itu rasanya gampang banget lupa?”
Beliau bilang, sebenarnya bukan karena mereka benar-benar pelupa. Otaknya cuma lagi terlalu sibuk bertahan. Setiap hari, bahkan setiap detik, energi mereka habis dipakai buat ngadepin rasa cemas, pikiran yang nggak berhenti, dan perasaan yang naik turun.
Akhirnya, banyak hal di sekitar jadi nggak sempat terekam dengan jelas. Bukan karena mereka nggak peduli atau nggak perhatian, tapi karena di dalam dirinya sedang ada “perang” yang terus berlangsung.
This is true.
Untuk beberapa orang yang merasa level kesiapannya berbeda, mereka akan memilih pergi daripada berusaha mengimbangi usaha pasangannya.
Ketakutan itu nyata. Takut untuk berubah. Takut harus menjadi rentan. Takut untuk komitmen jangka panjang.
Dan jatuh cinta yang terbaik adalah, jatuh cinta kepada seseorang yang sama-sama ingin tumbuh, ingin slalu bersama, dan bukan semata-mata hanya ingin diterima baik buruknya. Tapi juga diperbaiki apa yang menjadi kurangnya. Tidak hanya itu, keduanya harus “saling” mengerti.
If the relationship ended and you noticed she didn't go looking for another man, didn't start going out every night, but instead started working out, taking care of herself, and distancing herself so she could rebuild herself, that means she truly loved you. Women who don't care move on fast. Women who loved for real pull back and focus on themselves. And yes, you let a very good woman slip away, one you won't replace by finding someone new.
@perogeremmer I miss that man so much..
Mulai dari payung, sendal, topi, plastik, pulpen, saus tomat/pedas, garam, gula, minyak angin, paracetamol, digirol, vitamin c, hansaplast, tisu, masker, sendok-garpu, sumpit, semua yang diperlukan— kebutuhan aku yang suka tiba-tiba itu, selalu ada.
you know what?
he even gives lectures for our ‘teman tuli’, and there are several lectures with different titles.
sooooo my deaf friends can also watch his lectures. happyyy!🥹👏