Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak gempa di Nagekeo terpenuhi, mulai dari layanan di pengungsian hingga operasional dapur umum.
#KitaIndonesiaPeduliNTT#KemensosSelaluAda#PresidenPrabowo
Satu keluarga, dua jalan perubahan. Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan.
Setelah graduasi dari PKH, Purwati melanjutkan langkah menuju kemandirian melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).
https://t.co/CTosAx7IhF
Kegiatan kerja bakti ini melibatkan 500 orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pilar-pilar sosial diantaranya TAGANA, TKSK, Pendamping PKH, PSM, Karang Taruna, TNI, organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, hingga instansi pemerintah setempat.
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gusmen), melakukan kunjungan kerja ke Tahura Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan kerja bakti revitalisasi sungai kawasan konservasi mangrove sepanjang 2 KM
Dalam sambutannya, Mensos menyampaikan pentingnya peran masyarakat menjaga ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai pelindung garis pantai dan habitat bagi berbagai spesies. โRevitalisasi sungai mangrove bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang kehidupan masyarakat.
Di akhir kegiatan, Dirjen Pemberdayaan Sosial berharap agar hasil dari diskusi ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan program yang lebih tepat guna
โKami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri"
Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, mengadakan Diskusi dengan Perwakilan berbagai Perguruan Tinggi Ternama Indonesia bertempat di Poltekesos Bandung. (12/2/2025)
Peserta diskusi memberikan masukan mengenai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program pemberdayaan serta potensi inovasi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan dampak positif bagi masyarakat.
Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar dialog bersama pilar-pilar sosial seluruh DKJ Jakarta. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa ada 12 kategori warga yang perlu perhatian atau yang dikenal dengan dengan 12 PAS (Pemerlu Atensi Sosial).
Adapun 12 PAS yang dimaksud yaitu: Warga berpendapatan rendah, Anak-anak rentan, Penyandang disabilitas, Lansia terlantar, Korban bencana, Mereka yang membutuhkan afirmasi khusus, Warga binaan, Korban kekerasan, Korban Napza dan HIV/AIDS, Mereka yang bermasalah sosial, Perempuan rentan dan Fakir miskin.
"Kelompok-kelompok ini adalah prioritas kita. Tugas kita untuk memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan pemberdayaan yang layak,โ ujar Menteri Sosial.
Mensos menekankan bahwa Indonesia membutuhkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, yang mencakup data tentang kemiskinan ekstrem, miskin, dan rentan. Data ini penting untuk memastikan agar bantuan sosial (bansos) bisa tepat sasaran.
Selain itu, Mensos berpesan kepada para pilar pialr sosial bahwa cara kerja yang efektif harus didasarkan pada proses bisnis yang terukur dan memiliki target yang jelas, agar hasilnya dapat terlihat dengan nyata dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Pertama Mari kita disiplin dalam bekerja, dan taat kepada seluruh ketentuan yang ada, memenuhi tanggungjawabnya, bekerja berdasarkan data, kedua ikuti proses bisnis prosedur, upayakan mengikuti perkembangan informasi dari kementerian sosial, ketiga kerja sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan" Ucap mensos
Hadir dalam kegiatan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendampingi Mensos, anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra M. Husni dan anggota Komisi VIII Fraksi PAN Sigit Purnomo (Pasha Ungu), anggota DPD RI Alfiansyah atau yang biasa dikenal Komeng, anggota DPD RI Pdt. Penrad Siagian dan Adib Fuad.
#KemensosRI #KemensosSelaluAda