Saya dan keluarga disurveilance dan dikuntit. Tiyo juga sama. Uda Feri dan keluarganya didoksing. Prof Uceng diteror digital. Prof Saiful di rumah dan kantornya ditongkrongin OTK. Kami juga telah dilaporkan ke polisi. Apa cara begitu yg dibilang lebih mengutamakan diskusi?
Tahukah Kamu? Banyak Hak Kerja Kita Adalah Hasil Demo
Kamu merasa jam kerja 8 jam sehari itu biasa saja?
Atau THR (Tunjangan Hari Raya) itu sudah sewajarnya diberikan?
Faktanya, keduanya bukan pemberian cuma-cuma dari perusahaan atau pemerintah.
Jam Kerja 8 Jam Sehari✅
Merupakan hasil perjuangan buruh dunia sejak awal abad ke-20. Di Indonesia, ini diperjuangkan keras oleh serikat pekerja dan baru diatur secara resmi dalam UU Ketenagakerjaan.
Tunjangan Hari Raya (THR)✅
Juga lahir dari aksi demo buruh di era 1950-an hingga 1960-an. Awalnya tidak ada aturan, pekerja berjuang agar mendapat THR sebelum Lebaran.
Masih banyak hak lainnya yang kita nikmati sekarang juga hasil perjuangan serupa:
- Cuti tahunan
- Upah minimum provinsi
- Jaminan sosial (BPJS)
- Hak cuti melahirkan
- Pesangon
Hak-hak pekerja yang sekarang terasa “biasa” itu dulunya bukan diberikan, melainkan diperjuangkan lewat demonstrasi, mogok kerja, dan tekanan dari buruh.
Makanya, ketika ada isu ketenagakerjaan yang merugikan, demo bukan hal aneh. Itu bagian dari sejarah bagaimana hak kita bisa ada sampai hari ini.
Jadi, kira2 masih ada gak ya yg ngomong gini:
"anjirrr demo, bikin macet aja sihhh" 😌🙏
mau denger cerita ga
gara2 MBG, ada guru honorer di sumedang yg sampe terima gaji bersih cuma 15rb/bulan!
biaya MBG itu bisa sampai 1T sehari yg nyedot dari anggaran pendidikan. andaikan pemerintah mau, gaji guru honorer itu bisa minimal UMR, eh malah dibikin MBG
Bisa dibuat lebih tajam ke logika kebijakannya, bukan menyerang orang miskinnya:
Guys, gue kadang bingung sama logika sebagian pendukung program MBG.
Ketika ada anak yang bawa pulang makanan buat orang tuanya atau saudaranya di rumah, banyak yang bilang, “Lihat, berarti program ini berhasil.”
Loh, justru itu yang bikin pertanyaan muncul.
Kalau makanan jatah anak sampai harus dibawa pulang untuk dibagi ke keluarga, bukannya itu tanda ada masalah yang lebih besar?
Artinya bukan cuma anaknya yang butuh makan.
Tapi satu keluarga juga sedang kesulitan.
Kalau akar masalahnya ada di ekonomi keluarga, kenapa yang diperbaiki cuma piring makan anaknya?
Kenapa bukan orang tuanya yang dibantu mendapatkan pekerjaan yang layak?
Kenapa bukan pendapatan keluarganya yang diperkuat?
Karena kalau logikanya begini terus, setelah anak selesai makan hari ini, besok lapar lagi.
Setelah program selesai, keluarga itu tetap miskin.
Setelah anggaran habis, masalahnya tetap ada.
Solusi jangka panjangnya tetap pekerjaan, penghasilan yang layak, dan kesempatan ekonomi untuk orang tua.
Karena anak tidak seharusnya menjadi kurir makanan untuk menyelamatkan ekonomi keluarganya.
Yang seharusnya diselamatkan adalah kondisi ekonomi keluarganya itu sendiri.
Dan satu hal lagi.
Kalau memang peduli soal akhirat, rasa iba, dan kemanusiaan, jangan cuma berhenti pada memberi makan satu kali.
Pikirkan juga bagaimana caranya supaya orang tua mereka bisa bekerja, bisa mandiri, dan bisa memberi makan anaknya sendiri tanpa bergantung pada bantuan selamanya.
Karena sedekah terbaik bukan hanya memberi ikan.
Tapi membantu orang agar bisa mencari ikannya sendiri.
YAA ALLAH BAPAK 💙🥲 SEMOGA ALLAH SWT MEMBALAS KEBAIKANNYA 🙏🏻
DI TENGAH KESULITAN YANG DIRASAKAN RAKYAT, SEORANG BAPAK PENJUAL SATE GRATISKAN DAGANGANNYA
Di saat banyak masyarakat sedang berjuang menghadapi tekanan ekonomi, sebuah kisah sederhana namun penuh makna datang dari seorang bapak penjual sate.
Tanpa banyak sorotan, ia memilih membagikan dagangannya secara gratis kepada warga yang membutuhkan. Bagi sebagian orang, beberapa tusuk sate mungkin terlihat biasa. Namun bagi mereka yang sedang kesulitan, itu bisa menjadi pengganjal lapar dan penguat harapan.
Aksi kecil ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari mereka yang berlebih. Justru di tengah keterbatasan, masih ada orang-orang yang memilih berbagi dengan sesama.
Di saat banyak yang sibuk memikirkan diri sendiri, sang penjual sate menunjukkan bahwa kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat.
Karena terkadang, yang paling mengerti rasa lapar adalah mereka yang pernah merasakannya.
1 suro
Seruan aksi #demo dari Aliansi Perempuan Indonesia.
Hari: Kamis, 18 Juni 2026
Tikum: Trotoar seberang lapangan skateboard dukuh atas
Pukul: 09.00 WIB
Dresscode: Daster/Baju Pink
Bantu sebarkan temen-temen! Siapa tau ada yang mau join dalam #aksi ini 🤗❤️
#IndonesiaGelap
Saldo 1juta rupiah untuk 1 orang ✨💛
isi form di link bio aku, erte dan love tweet ini ya dan syarat subscribe yt yang ada di pict, proof boleh di post / disave biar nanti kalau menang ditanyakan ada
Runtime 48 jam, good luck! ⏰✊🏻
Sumber :
1. Polri punya 1.179 SPPG
Kompas: https://t.co/JHh4MgdU8p
Jawapos: https://t.co/6GFP2ToS5I
Tempo: https://t.co/9jNjE8svD1
2. TNI dapat kuota/target 1.000 SPPG (diakui BGN)
Kompas (penjelasan BGN resmi): https://t.co/wQBPQEvW9J
3. Afiliasi Partai Politik dengan SPPG
https://t.co/nPtHEVysTO
4. Sidang MK — pernyataan Pak Guru Iman (15 Juni 2026)
MK RI (sumber resmi): https://t.co/teP9ErQ7J7
Liputan6: https://t.co/qvOu15Keiu
Detik: https://t.co/unvl0LhO4x
IDN Times: https://t.co/ThTczYaApy
Antara: https://t.co/5tuHBcPQcc
Tribunnews: https://t.co/mQXIr4g7AL
5. Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 — 20% anggaran pendidikan
Ini norma konstitusi, bukan berita. Sumber otoritatif langsung: https://t.co/XCxV3JRpU3 (cari teks UUD 1945 di situs resmi MK) atau https://t.co/vLywH9Zm4O
Guru mau ngadu soal anggaran pendidikan yang dicolong MBG?
Lapor ke Polisi? Polri punya 1.179 dapur SPPG.
Lapor ke TNI? TNI operasikan ratusan SPPG di seluruh Indonesia.
Lapor ke DPR? banyak yayasan SPPG diduga terafiliasi partai politik
Pak Guru Iman akhirnya naik ke Mahkamah Konstitusi. Satu-satunya lembaga yang belum punya dapur.
Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 sudah tegas: minimal 20% APBN untuk pendidikan. Untuk guru. Bukan untuk siapa yang paling banyak dapurnya.
Kalau semua pengawas ikut makan di meja yang sama ,itu bukan program gizi. Itu konflik kepentingan yang dilembagakan.
Buat lo para buzzer atau pendukung 02 yang narasinya gini:
“Giliran rupiah menguat pada diem bae, gak diapresiasi kerja pemerintah”.
Oke, anggap lah itu kerja pemerintah sehingga buat rupiah menguat dari 18.200 ke 17.700, berarti rupiah dari 15.500 ke 18.200 sejak pelantikan presiden, itu artinya pemerintah gak kerja kah?
Mungkin kalau digambarin gini kali ya.
cc:threadzulfahmizf
Orang Indonesia rajin baca kok, tuh lihat yang aktif baca berita, baca artikel gratisan.
Situs baca manga, Mangaplus mencatat orang Indonesia peringkat 3 pengunjung terbanyak.
cuma untuk beli buku pada gak punya duit karena kembali lagi, buku tidak affordable. Rasio gaji kecil.
"kita sudah sampai pada masa kebodohan merajalela"
"ketika MBG dibela, keracunan dianggap biasa. mempertontonkan keserakahan & membiarkan negri ini dalam malapetaka" 🥹🥲