Someday I will understand In God's whole plan.. And what He's done to me, Oh but maybe, someday I will breathe..
Then I'll finally see,
I'll see it all...
Banyak yg ngerasa overwhelmed sama perkembangan AI yg cepet bgt. Perasaan takut ketinggalan atau takut tergantikan itu valid dan ini jadi salah satu ciri orang yg mau bertumbuh.
Mulai sekarang pelajari AI sebagai sistem, bukan sekadar tools. Coba pake rules ini -> TVR = Thinking × Volume × Repetition.
Thinking: AI menghargai pemikir yg jelas, bukan yg cuma yg bisa searching.
Latih ini dulu:
- Pemecahan masalah (problem decomposition)
- Berpikir dari prinsip dasar (first principle thinking)
- Outcome apa yg sebenarnya diinginkan?
- Keputusan apa yg pengin dibantu AI?
Volume: Orang yg jago manfaatin AI biasanya bukan yg paling pinter, tapi yg paling sering latihan.
Tiap hari minimal:
- 15–20 prompt (tergantung token)
- 5 variasi untuk tiap task
- 1 output nyata yang bener-bener dipake
Volume menciptakan insting. Makanya ga heran kalo kamu sering pake AI kamu bisa recognize mana tulisan yg dibuat AI atau bukan.
Repetition: Mayoritas orang cuma coba AI sesekali, itupun cuma buat searching info.
Tapi mereka yg jago bakal ngulang:
- Task yg sama
- Workflow yg sama
- Use case yg sama
Selama 30–60 hari. Repetisi ngubah prompt jadi sistem.
Last summer, I began a project with a clear mission: find Toni Kroos' heir, but the scouting trail was interrupted. Rather than let this piece gather dust, these are the profiles that survived my initial vetting before I traded the laptop for the touchline.
Link In Replies.
Analisis yg menarik.
RI akan selamat dan justru untung dari krisis minyak Hormuz krn :
- raja batubara dunia
- raja kelapa sawit dunia
Coal demand pasti akan meroket.
Palm oil sbg bahan baku ethanol akan meroket krn minyak mahal.
Gas RI cukup melimpah.
Long live RI :)
Kalo kalian pemula di AI dan bingung harus belajar apa aja.
Berikut skill yang harus kalian bisa:
*gw anggep lu dah bisa lah chat gpt mah, masa susah sih :(
1. Bikin Gambar dan Video
Ini menurut gw sederhana. Lu harus anggep ai sebagai fotografer, pelukis, desainer, dan videographer.
Lu bayangin visualnya gimana di otak, trus konversikan ke teks
Contoh prompt gambar: cewek cantik, background taman, siang hari, shot by iPhone 13.
Contoh prompt video: pria berdiri di rel kereta, ngomong ke kamera marah2. Zoom out pelan.
Tools mah banyak harusnya dah tau.
2. Bikin Web
Bikin halaman buat jualan / info
Cara gampang yaitu pake Replit
Lu tinggal bilang ke AI nya:
buat landing page jasa pijat, simple, modern, ada tombol booking
Udah jadi website.
3. Bikin AI Automation
Fungsinya buat bikin kerjaan lu jadi lebih ringan.
Paling gampang pake Zapier
Lu tinggal bilang ke AI nya:
Cariin gw info lalu lintas paling baru setiap hari dan kirim ke telegram gw tiap jam 6 pagi hari senen-jumat.
Dah gitu.
Itu dasar dasar nya ya, kalo misal di tengah jalan nemu kebingungan ya tinggal tanya chatgpt, gampang hehe.
selama ini kirain IKEA, AZKO & INFORMA paling bagus 😭
ternyata...ada toko kualitas sama, vibes sama
tapi JAUH lebih terjangkau??
Furniture kokoh & awet : Panca jati
Rak display :Derumah Woodcraft
Sprei & bedcover :Unitwo
Bantal :Lazy Sunday
Karpet :Arizona
Gorden :Ariinterior
Pedagang mobil bekas itu punya insting.
Mereka bisa bedain mana pembeli yang polos, mana yang ngerti barang. Dalam 30 detik pertama.
Lo dateng, elus-elus bodi, duduk di jok, terus nanya "AC-nya dingin gak mas?"
Dalem hati mereka udah senyum. Mangsa empuk. Mark up Rp 15 juta.
Tapi coba lo dateng langsung jongkok di depan mobil, raba celah antar panel, buka kap mesin, cabut dipstick, senter kolong.
Pedagangnya langsung keringat dingin.
Series Netflix "The Bequeathed"
Underrated parah 😭😭
GILAAA AJA TIBA TIBA DAPET WARISAN TANAH MAKAM, mana gak terlalu kenal lagi sama pamannya. Iya beneran tanah makam, anehnya setelah dapet tanah itu banyak pembunuhan misterius.
Polisinya nyelidikin dan ternyata tanah itu nyimpen rahasia keluarga dan ritual gelap. Semua orang kayaknya punya motif buat ngerebut warisan itu.
BENERAN PLOT TWIST banget. Cuman 6 episode aja 👏🏻
Mau jalan-jalan ke Thailand atau Vietnam, tapi jadwal pulang masih fleksibel alias belum tau kapan?
Masalahnya, Imigrasi pasti nanyain "Mana tiket pulang kamu?" Kalo lo ga punya, lo langsung dideportasi hari itu juga.
Terus harus gimana? Beli tiket pulang beneran terus di-hangusin? Sayang duit.
Anak-anak digital nomad punya solusinya: Sewa tiket "Bodong" yang legal.
Guys ini cerita yang paling bikin gw mikir lama.
Samuel Rey karyawan biasa.
Bukan founder startup.
Bukan pengusaha.
Bukan anak orang kaya katanya
Tapi dia berhasil bebas finansial di umur 33 tahun.
Dan ini bukan keberuntungan. Ini ada prosesnya.
Gw ceritain dari awal.
Samuel sama istrinya dari awal nikah sudah terbiasa hidup hemat.
Bukan karena ideologi frugal living yang keren keren di internet.
Tapi karena memang harus.
Dua duanya generasi sandwich harus support orang tua di saat yang sama harus bangun hidup sendiri.
Nikah biayain sendiri.
Beli rumah nabung sendiri.
Tidak ada yang dibantu orang tua.
Dan dari situ justru terbentuk satu kebiasaan yang paling berharga mereka terbiasa hidup dalam budget.
Sampai di umur 30 setelah KPR hampir lunas mereka mulai kelihatan polanya.
Pengeluaran bulanan segini.
Kebutuhan hidup segini.
Dan dari situ mereka mulai hitung.
Pakai konsep yang namanya 4% rule.
Konsepnya simpel.
Kalau lo punya aset yang cukup besar dan lo hanya ambil 4% per tahun dari aset itu sisanya tetap tumbuh mengalahkan inflasi.
Lo tidak perlu kerja lagi untuk hidup.
Cara ngitungnya gampang.
Hitung pengeluaran tahunan lo.
Kali 25.
Itu angka target aset lo.
Kalau lo butuh 100 juta setahun untuk hidup berarti lo butuh aset 2,5 miliar yang bekerja untuk lo.
Samuel hitung angkanya di umur 30.
Dan targetnya tercapai di umur 33.
Dua tahun lebih cepat dari target karena konten YouTube yang mulai jalan di 2020 mempercepat prosesnya.
Tapi ini yang paling penting dari semua ceritanya.
Bukan YouTube yang bikin dia bebas.
Yang bikin dia bebas adalah 10 tahun kebiasaan sebelum YouTube ada.
Hidup dalam budget.
Nabung konsisten.
Tidak pernah menaikkan gaya hidup secepat kenaikan penghasilan.
YouTube hanya mempercepat.
Fondasinya sudah dibangun jauh sebelum itu.
Dan ini yang paling relate buat kita.
Kebanyakan orang Indonesia menunggu penghasilan besar dulu baru mulai nabung serius.
Menunggu situasi sempurna dulu baru mulai invest.
Menunggu tidak ada tanggungan dulu baru mulai mikirin masa depan.
Samuel tidak menunggu situasi sempurna.
Dia mulai dari situasi yang justru paling berat sandwich generation dan tetap konsisten.
Tapi ini yang juga jujur dari cerita Samuel.
Setelah bebas finansial dan resign dia malah bingung.
Karena ternyata kebebasan tanpa tujuan itu melelahkan dengan cara yang berbeda.
Tidak ada yang ngebook jadwal. Tidak ada KPI. Tidak ada yang nepuk pundak bilang kerja bagus.
Dan dia sadar satu hal yang tidak pernah diajarkan di semua konten financial freedom manapun.
Pensiun dari sesuatu itu gampang.
Tapi pensiun untuk sesuatu itu yang susah.
Lo harus tau mau ngapain setelah bebas.
Kalau tidak kebebasan itu justru jadi beban baru yang berbeda bentuknya.
Jadi kalau lo sekarang lagi di tengah proses lagi nabung.
Lagi berjuang.
Lagi ngerasa jauh banget dari angka itu.
Sambil jalan mulai pikirin juga mau ngapain setelah sampai.
Karena sampai di angkanya ternyata baru setengah perjalanan.
Perusahaan petrochemical di Asia, udah ada 5 yang mendeklarasikan force majeure.
Di Indonesia sendiri, ada PT. Chandra Asri
Imbas dari ketegangan di Timur Tengah, ditutupnya Selat Hormuz, membuat NAPHTHA, bahan kimia yang nantinya diolah jadi plastik, karet, yang aplikasinya ke packaging, tas keresek, bahkan baju.
Dengan ditutupnya Selat Hormuz, bisa dibilang hampir semua suplai naphtha di Asia terpotong.
Kalau harga polimer udah naik (berdasarkan estimasi di sini sudah 2 digit naiknya), maka semua produk turunan dan jasa yang menggunakan polimer bakal NAIK BANGET dong.
Mulai dari makanan di restoranmu, itu take away kan pake keresek.
Belanja jajan-jajan di minimarket, kebanyakan orang masih pake keresek. Minimal packaging snack ada plastiknya
Bahkan barang elektronik, ada komponen plastiknya.
Ini tambahan dari terdisrupsinya harga gara-gara bensin naik dan segala macamnya.
TAPI ADA KLIMAKSNYA!
Mereka pada mendeklarasikan force majeure kemungkinan karena 1 hal: yaitu menghindari konsekuensi hukum.
Misal ada pembeli mau pesen sekian ton, lalu gak jadi, ada alasan logis biar gak wanprestasi.
Tapi kalau dari sisi teknis, ada lagi yang agak meresahkan
Pemrosesan kayak ginian gak sembarangan kayak nyala-matiin kompor. Banyak proses yang melibatkan tunggu temperatur tinggi dengan bahan khusus.
Kalau asal dimatiin, kontraksi termal bisa bikin alat rusak - tambah perlu diperbaiki lagi tuh.
Lalu habis mati, buat nyala lagi, biasanya perlu beberapa hari sampai minggu buat ke kapasitas produksi full-nya.
Jadi kalaupun besok Selat Hormuz dibuka, belum tentu besok ekonomi kembali normal
Serem guys
Best in The World.
1. 🇸🇬 Best Education → Singapore
2. 🇨🇭 Best Innovation → Switzerland
3. 🇮🇹 Best Food → Italy
4. 🇮🇸 Best Safety → Iceland
5. 🇹🇼 Best Healthcare → Taiwan
6. 🇨🇭 Best Quality of Life → Switzerland
7. 🇳🇱 Best Work-Life Balance → Netherlands
8. 🇸🇬 Best Public Transport → Singapore
9. 🇸🇬 Best Internet Speed → Singapore
10. 🇺🇸 Best Universities → United States
11. 🇫🇮 Best Happiness → Finland
12. 🇮🇸 Best Clean Energy Use → Iceland
13. 🇺🇸 Best Startup Ecosystem → United States
14. 🇨🇳 Best Manufacturing → China
15. 🇫🇷 Best Tourism → France
16. 🇩🇰 Best Governance → Denmark
17. 🇩🇰 Best Low Corruption → Denmark
18. 🇩🇰 Best Women Safety & Equality → Denmark
19. 🇸🇬 Best Smart Infrastructure → Singapore
20. 🇪🇪 Best Digital Government → Estonia
21. 🇩🇰 Best Rule of Law → Denmark
22. 🇳🇿 Best Air Quality → New Zealand
23. 🇩🇰 Best Climate Action → Denmark
24. 🇺🇸 Best Space Technology → United States
25. 🇨🇭 Best Financial Stability → Switzerland
26. 🇵🇦 Best Ease of Living for Expats → Panama
27. 🇩🇰 Best Social Security → Denmark
28. 🇳🇱 Best Urban Planning → Netherlands
29. 🇳🇴 Best Renewable Energy Share → Norway
30. 🇨🇭 Best Overall Living Country → Switzerland
Source: OECD, UN, World Bank
Coba bayangin, gimana jadinya kalau satu minggu yg stresnya pol-polan di kantor sampe bikin nangis darah & udah kayak zombie malah berulang terus menerus tanpa tahu kapan akan berhenti karena ternyata kamu kejebak time loop? Cerita "horor" ini diangkat Mondays: See You This Week! jadi tontonan komedi yg mengkritisi budaya kerja toxic serta diluar dugaan juga hangatkan hati dengan ajak kita renungi kembali tentang apa yg sebenarnya kita kejar, cintai & impikan dalam hidup ini.
Yg jadi korban di sini bukan cuma satu karakter, tapi semua karyawan di kantor. Paruh awalnya lucu, relatable & "seram" saat gambarkan apa yg sebenarnya terjadi; dikejar deadline mepet oleh klien super ribet sampai mesti nginep di kantor, lalu kejadian ini terus berulang tanpa ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Mereka bingung, kita semua pun ikutan bingung. Meski elemen time loop memang ada, tapi ini sejatinya metafora soal budak korporat yg alami disorientasi waktu lantaran tiap harinya terperangkap dalam tekanan & rutinitas kerjaan serupa yg tak ada habisnya. Senin, Selasa, Rabu, Kamis bahkan weekend kayak nggak ada bedanya.
Ini cakep sekali!
Setiap MBG dikritik, langsung dibantah dengan narasi "MBG ini sudah membuka banyak lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat."
Lah, emang tujuan MBG itu apa, sih?
Kan untuk mengatasi stunting!
Kalau dari kualitas makanan saja gizinya enggak jelas dan banyak kasus keracunan, stunting apa yang sedang diatasi?
Enggak usah bicara lapangan pekerjaan dan memutarkan perekonomian, tujuan awal itu mengatasi stunting!
Fokus ke tujuan awal!
Kalau menggerakkan perekonomian, liat tuh dampak MBG bahan pangan pada naik.
Asli ini relate banget sihh dipikir2 wkkww.
Dulu waktu gue masi fresh graduate, gue pikir gaji 8–15 jt di tambang itu udah “cukup banget”.
Belum bonus, fasilitas oke, makan gratis, 2 bulan sekali dapet tiket plg gratis.
Ya trade off nya kerja di remote area, jauh dr keluarga.
Dan waktu itu gue ngerasa… ya ini udh aman. Stabil. Clear. Karena lingkungan gue juga isinya temen2 yg mindsetnya sama:
kerja aja d tambang, yg penting stabil, sampe tua juga gapapa, cicil rumah berkeluarga ud deh.
Sampai suatu hari ketemu temen lama.
Ngobrol santai, sharing, networking dimana dia tech remote worker + entrepreneur.
Ternyata ada ya org gajinya 27 jt baru 2 tahunan kerja, bisa sambil bisnis lagi, kerja dr rumah, deket keluarga.
Gue tanya, “ko bisa?”
Jawabannya bukan karena dia lebih pinter ternyata, tapi cmn gr gr exposure, knowledge, dan lingkungan dia yg ngasi tau dia soal loop hole kerja remote ini wkwkw.
Intinya ya lingkungan temen gue bikin mindset dia ya jadi beda, cara mainnya beda, sampe ambisinya beda soal gaji or cara dpt income yg oke.
Padahal kita sama2 lulusan kampus biasa.
Dari situ gue mulai banyak ngobrol, banyak networking, ada fomo dikit jujur wkwk.
Pelan2 cara pikir gue berubah.
Dan gue sadar, kadang yg bikin kita ngerasa “cukup” itu bukan karena udah maksimal.
Tapi karena circle kita memang segitu2 aja.
Wealth is context.
Growth juga context.
Lingkungan bisa bikin kita nyaman, tp kalo dipikir2 kalo gue circlenya ttp itu2 aja kayany gue bakalan ngrasa stuck or stagnan. Gaakan bisa d titik skrg yg dikasih rejeki buat bisa bantuin orang dapet kerja remote.
Tp salah ga buat hidup slow living? Ga ambis dll? Ya ga salah juga sihh tiap org beda beda ehehe.
Kadang yg perlu di-upgrade bukan cuma skill, tp circle jg kali yaa via networking.
Hai guys kenalin aku Dhanes, recruiter remote yg lagi kerja di SG company dan punya klien dari US dan China jadi akan sering sharing loker remote APAC dan US buat orang Indo.
Salam kenal ya!
Nano Banana + Fastmoss + Manus + Veo3 = AI Content Factory
No actors.
No products in hand.
No ghost creators.
No missed deadlines.
Just viral TikTok Shop sales — 24/7.
Here’s the crazy part:
This system produces 300+ cinematic, product-ready ads per day from a single prompt.
And it feels exactly like running Facebook Ads in 2008 — except the CPMs are even lower, and the entire loop is organic.
Here’s how the AI Creator Agent System works 👇
Each Agent runs its own TikTok Shop profile and handles an entire growth function:
• Trend + angle research using Kalodata
• Competitor ad cloning (paste their ad → pick an avatar → regenerate)
• Automated creator outreach with Euka AI
• Daily content generation using Sora 2 Pro, Veo3.1, HeyGen, RunwayML, Kling, Hedra
• Localization, repurposing, and multi-format output
• Compliance cleanup + optimization
• Automatic posting across a Multi-Platform Swarm (hundreds of agents)
No touchpoints.
No delays.
No human bottlenecks.
Just a decentralized force of AI + UGC creators selling while you sleep.
results:
• $0.10 CPMs
• Thousands of organic views daily
This is the Creator Agent Method: a plug-and-play system that replaces entire creative teams and launches content at a speed humans simply can’t compete with.
I packaged my full AI Agent V3 workflow so you can deploy the exact system for your brand.
Comment AGENT and I’ll DM you everything for free.
(Deleting soon)
P.S. Repost for early access to the complete stack