"seskab teddy mengatakan ada pengamat yg tidak kompeten, tidak pada bidangnya"
"memangnya menteri-mentri di kabinet pada bidangnya? memangnya anggota DPR banyak yg punya ijazah?"
duarrr 🔥
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Habiburokhman Ke Dino Patti Djalal :"Jangan jadi si Paling KEMLU. Saya pikir gak ada ISTIMEWAnya juga Pak Dino"
Gila banget ini rezim, dikasih nasehat baik² bahkan dengan bahasa paling haluspun, kubu wowo serempak kesurupan..
Ini sekelas Pak Dino lho, gimana kalo rakyat, ya udah disiram air keras kalo gak diculik? 🙄
Sebutin hal paling “picky eater” dari diri kalian
Me :
1. Makan ayam Harus paha , haruss!
2. Ga mau makan nasi sisah kemarin
3. Ga mau makan nasi dingin
4. Ga makan daging sapi
5. Ga makan ikan
😭😭
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Sertu Riza Pahlivi, anggota TNI, aniaya Mikael Histon Sitanggang (15 tahun) hingga tewas.
Vonis pengadilan militer: 10 bulan penjara.
Tidak dipecat.
Restitusi ke ibu korban: Rp12,7 juta , harga nyawa seorang anak di mata pengadilan militer Indonesia.
Banding dikuatkan.
Ibu korban baru tahu putusan banding 3 bulan setelah dibacakan , sehingga kehilangan hak kasasi selamanya.
Hakim meringankan hukuman karena pelaku "sudah minta maaf."
LBH Medan baru tahu putusan banding setelah tenggat kasasi lewat.
Menteri PPPA sendiri bilang: seharusnya masuk peradilan umum, bukan militer.
Tapi tidak ada yang bergerak mengubahnya.
Dan sekarang ibu Lenny Damanik terpaksa bawa kasus ini ke Mahkamah Konstitusi , menggugat UU Peradilan Militer , ...
......karena jalan keadilan lainnya sudah ditutup semua.
@strootsys Rilllll, hampir sama, juga karena pengaruh alm ayah. Sedikit keinget match pertama antara vs portsmouth atau boro di 2003an. Sudah jatuh cinta ama ni club, selalu dibeliin tabloid soccer sama alm ayah mulai kelas 1 sd. Masih sekarang masih ada bonus poster squad juara ucl:')