@__0rphic *pasang amber masih pandangi kue tersuguh dihadapan. sederhana namun bermakna luar biasa untuk teruna tetsurล yang segera dekap erat pirang tersayangnya.*
bentar, bentar.
*terharu jangan ditanya, sungguh, oh-*
haha, tsukki ingat ulang tahunku!
@__0rphic ha'i haaaaaa'i, ga ngintip, kok.
*memangnya kenapasih?
meskipun sejenak ia masih ingin pandangi tsukki-nya pelengkap keindahan dunia, duh.
tapi baguslah momen gelap tadi berakhir sudah dikala kedua mata dibuka perlahan.*
... ?
huh?
@__0rphic *hampir mangkuknya terpeleset dari genggam tangan bila tak begitu hati-hati, duh, tsukishima kei kalo ngomong suka bener emang.*
oya oya, apa itu tadi?
yang lebih lelah tsukki kan?
udah capek belajar terus liatin temen kampus yang suka nyontek- ckck.
@__0rphic hee? sungguh hanya ini?
kupikir tsukki akan memberiku tugas yang lebih sulit.
*mengendik bahu kala itu dimana si helai kelam begitu hati-hati cuci potongan sayur dalam mangkuk berukuran sedang.*
sama seperti dulu ketika kita saling lawan voli.
@__0rphic terkadang aku terlampau kreatif loh, tsukki.
*dipisahkan begitu santai dua buah tomat berbunga tadi. sisa sayur-mayur tak jauh dipotong dadu cukup kecil.*
segini sudah?
atau tambah lagi?
@__0rphic *nyengir, lagi.
kuroo agaknya tak begitu serius dengan panggilan diawal tapi hei, jika memang boleh ia takkan keberatan resmikan itu sesegera mungkin!*
sedikit lagi, tsukki, sayurannya harus dipotong bagus-bagus.