@rgoestama klo di terapin ke personal, ini lebih gila lagi sih. sayang banyak manusia ngga menyadari karena stigma itu pasti "penjilat" atau "social climber".
padahal pada dasarnya value seseorang itu tergantung dari bagaimana cara menempatkan diri di berbagai macam situasi.
@naitowel@berlianbilqis ngga ada istilah kawan bantu kawan, perilaku yg salah ya tetap salah. pada intinya kalian itu cuma mau bebas aja kan?
makanya sengaja buat drama seperti ini biar terlihat kalian lah yg benar, emang kabur itu di benarkan?
apalagi komunikasinya itu sepihak doang.
circle tolol.
@chrstnde@berlianbilqis naaah apalagi di bali, ya kita tahu lah bali itu gimana dan pasti abangnya jg cukup lebih tahu karena tugasnya di sana.
menurut gue wajar sih kalo dia di hajar secara tanggungjawabnya itu ada di abangnya.
liat story iparnya gmn respon keluarga di kampung atas perubahannya lol.
@chrstnde@berlianbilqis sebagai anak pertama dan memiliki adik perempuan juga gue bisa paham sih mengapa abangnya bisa bertindak sejauh itu.
kalau yg gue tangkap emang si bilqis ini yg gampang ke hasut oleh pergaulan, liat aja pas di bali lifestylenya berubah total.
kocaknya lg resign krn logat doang.
@dayatpiliang setau gue sih, rata-rata koruptor itu urat malunya sih udah putus toh buktinya masih banyak ko ex napi tipikor yang nyalon lagi.
masalah "eh tapi kan tiap orang tuh kompas moralnya pasti berbeda-beda" bagi gue sih ini tuh semacam alibi aja.
udah liat sendiri kan anaknya jg gmn?
@lzmsbfuct@tirta_cipeng semenjak king MU winstreak, gue lihat khodam @tirta_cipeng rambut pink yang selama ini redup perlahan mulai menampakkan dirinya kembali.
@intinyadeh teruntuk buat mba @aarummanis gue cukup prihatin atas musibah yg telah menimpa mba.
kalau keinginan mba hanya sebatas hukum sosial dan bukan hukum pidana bagi pelaku
sorry to say, pelaku selamanya akan "Win" dan mba akan jadi "time-bomb" jika pernyataannya tdk bisa di buktikan.
@intinyadeh mengingat kejadian SH yg pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini.
siklusnya itu pasti sama, yaitu:
kejadian di tahun X -> speakupnya di tahun Z.
alhasil yg di terjadi cuma apa? hanya sanksi sosial berupa "cancel culture".
tolol? iya krn gue sbg praktisi hukum.
(4)
@Arti_SebuahRasa buzzer tolol.
sekarang pun tanpa adanya undang-undang yg mengatur, keamanan assets gue pun masih terjaga dengan baik oleh trezor.
jadi buat apa di adakan revisi untuk mengatur crypto? oh biar bisa jadi ladang baru bagi mereka ya?
minimal riset tolol sebelum ngetweet.
@chubbydks@gbisabasaengres@bckupacc99 nyuruh lo ngikut standar gue? LMFAO.
kan daritadi gue utarakan apa yang menurut gue bener aja, minimal di baca atuh mba iik.
gue bukan lo ye yang ngelarang orang komen hanya karena belum umroh doang, ini logika paling tolol sih.
lo klo baru sekali, gausah sombong gitu jg kali.
@chubbydks@gbisabasaengres@bckupacc99 gue cuma nanya loh, dasarnya jg krn urutan tweet lo itu msh berantakan sekalipun lo ngasih nomor segala lol.
asal lo tahu nih klo yg gue liat itu di luar dari prinsip dan moral yg gue pegang pasti akan to the point.
klo salah yah salah, riya mah riya.
bener ngga gue komen.
(3)
@chubbydks@gbisabasaengres@bckupacc99 terakhir.
di sini gue ngga mau ngurusin orang kok, gue cuma gatel aja dengan tweet lo yg ini seakan-akan sombong bener nih orang.
emang bulan lalu lo umroh sm suami lo itu niatnya pure hubungan vertikal sm sang pencipta atau ngasih makan sosmed, mba rizki?
@chubbydks@gbisabasaengres@bckupacc99 ngomongin kebahagiaan lagi nih ya.
makanya gue tanya, standar kebahagiaan lo itu cuma sebates ngasih makan (posting) sosmed kah?
kalau iya sih duh kasihan banget hidupny klo soal kebahagiaan aja masih perlu teknologi buat handle itu LMFAO.
(3)