Menteri PU Lebih Kejam dari Fir'aun.
Bayangkan wak, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mengabdi selama 27 tahun 3 bulan separuh hidupnya diabdikan untuk negara tiba-tiba dihancurkan begitu saja hanya karna beliau ungkap kebenaran.
Beliau dari jabatan Eselon III-a yang terhormat, ia dimutasi ke Maluku Utara dan jabatannya diturunkan drastis menjadi Pelatihan Teknis, setara golongan 2d. Penghargaan, pengalaman, dedikasi, dan masa baktinya diinjak-injak hanya dalam satu keputusan
Ini bukan mutasi biasa. Ini penghukuman. Ini perlakuan yang bahkan Fir'aun pun geleng geleng wak.
Semua ini terjadi karena kezaliman Menteri PU. Seorang pemimpin yang seharusnya melindungi dan menghargai pengabdian justru menjadi penghancur karir dan martabat anak bangsa.
Keadilan di mana? Hormati pengabdian ASN, atau mundur saja.
Tolong kepada @DivHumas_Polri@KejaksaanRI dan @KPK_RI periksa menteri PU ini.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
โEMANG GUE PIKIRINโ dan disambut tepuk tangan yang meriah
โkami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharapโ
โucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
BPS menetapkan garis kemiskinan Indonesia Maret 2025 di Rp20.305 per hari.
Artinya, lo dianggap tidak miskin kalau pengeluaran lo Rp21.000 per hari , cukup buat makan warteg sekali, bayar ongkos angkot, dan sisanya entah. ๐คทโโ๏ธ
Bank Dunia pakai standar Rp41.000 per hari untuk negara sekelas Indonesia, dan dengan standar itu 60,3 persen penduduk kita , 171,8 juta orang , masih miskin.
Tapi Presiden Prabowo berdiri di depan kongres partai sambil bilang
"Kepala BPS lapor ke saya, angka kemiskinan menurun."
Dua angka, dua realita, satu yang dipakai untuk pidato kemenangan.
Pertanyaannya: data ini dibuat untuk siapa?