Pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengoleksi sejumlah kendaraan. Berikut rinciannya dalam #Infografis#CNNIndonesia: https://t.co/51QuOCsWMa
Emang bisnis skincare aja yang bisa kaya raya? Franchise juga bisa.
Wangmin habis riset tentang franchise Dkriuk Vs Sabana.
Risetnya mengenai :
1/ Brand (Perkembangan, Pelayanan, harga, BEP dll)
2/ Pengalaman para mitra.
Penasaran? Mari disimak~
"Tak Ada Capres yang Tak Retak"
-utas-
Tulisan ini saya persembahkan bagi yang merasa capresnya sempurna. Percayalah, bagi orang lain, capres Anda juga banyak kekurangannya.
- Capres 01
Ketika saya ungkit tentang Pilgub DKI 2017 yang pemenangnya menunggangi agama, pendukung 01 banyak yang membalik tudingan itu ke Ahok. Ketika sudah ada perintah dari "induk buzzer", maka para buzzer akan menyuarakan hal yang sama. Mereka bersama-sama menuding Ahok yang melakukan politik identitas.
Saya jelaskan di sini, kenapa Anies saya sebut menunggangi agama.
Sebenarnya, di Pilpres 2014 dan 2019 juga sama, Prabowo juga menunggangi agama, hanya saja Prabowo tetap kalah (meski menunggangi agama).
Prabowo dan Anies secara pribadi bukanlah Islam garis keras, namun keduanya (2014, 2017, 2019) memanfaatkan fanatisme agama untuk berkampanye.
Saya sebut "menunggangi" karena menggunakan narasi-narasi:
- calonnya yang paling Islam
- memilih calonnya itu jihad
- tak memilih berarti musuh Islam
- tak memilih dituduh PKI
- dll yang sejenis.
Yang menyuarakan ini tentu bukan tim sukses resmi. Isu ini disebarkan melalui grup WA, media sosial dan melalui circle keagamaan.
Jika ini saya sampaikan, pendukungnya akan selalu DENIAL dengan mengatakan itu hanya dilakukan oknum pendukung.
Saya menolak denial itu karena tim sukses resmi juga tak pernah menyanggah suara-suara itu. Tak ada sangkalan secara resmi bahwa mereka tak sependapat dengan oknum tersebut.
Yang terjadi, justru memperkuat narasi itu. Yang terjadi malah menggaet endorse ijtima ulama dan ulama-ulama yang mempertegas bahwa calonnya paling Islam, dst.
Bayangkan, Prabowo yang jelas tidak identik dengan dunia Islam pun 2 kali mendapat endorsement seperti itu. Itu bukti bahwa menunggangi agama itu nyata adanya. Bukan karena calonnya "lebih Islam", tapi mereka akan mendukung siapapun yang menunggangi Islam.
Menunggangi agama: 2014 kalah, 2017 menang, 2019 kalah.
Jika di 2024 metode menunggangi agama ini kembali menang, akan menjadi PRESEDEN BURUK bagi demokrasi kita. Akan menjadi preseden buruk bagi Islam yang akan terus dijadikan "tunggangan" di masa depan.
SEMUA GARA-GARA DALOT BINATANG YANG NGESHOOT PADAHAL HOYLUND KOSONG
GAK ADA PEMAIN YANG SAYANG SAMA STRIKERNYA, GAK ADA YANG MAU NGOPER, SEMUA PADA PENGEN NYEKOR, SEKALI MAIN BAGUS BESOKNYA MAIN KAYAK ORANG JAUH DARI AGAMA