@cxvaa_@tubirfess pernah baca di tiktok kek gini:
"If a man expect a woman to be an angel in his life, he must create heaven for her. Angels don't live in hell" โจโจโจ
soo yaa...
Bang Omara Esteghlal memposting keluhan lubang di jalan tol pintu keluar Limo Utama dengan caption "padahal ini tol yang dijuluki tol mahal"
Semoga makin banyak artis/selebriti yang speak up perihal hal hal kaya gini di sosmed mereka
I personally think a guy that canโt be platonic with women, a red flag. It means he only values women romantically or sexually.
Also, can u let her talk for a sec?
Memperkenalkan Lagu Indonesia, Makanan Indonesia, banyak mau belajar bahasa Indonesia. So apa alasannya kita tidak boleh OVERPROUD?? semakin dia sukses semakin dia bawa nama Indonesia bukan yang lainnya
Carmen๐ซถ
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap โtidak bergunaโ, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap โtidak praktisโ.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
Justin Bieber jadi headliner termahal di sepanjang sejarah coachella dengan bayaran 173 miliar rupiah.
Setelah liat anggaran MBG, ternyata Justin Bieber murah
Tinggal libur MBG 5 hari, bisa bikin coachella di indo. Bayangin seberapa banyak turis yang akan datang ๐
@hxxguu_ looking at your whole account it's pointless to argue with you so i'm just gonna block your stupid ass. oversupply tapi di pelosok tenaga pendidik masih kurang. distribusi tenaga kerja bukannya cut off prodi. lu lah orang bodoh yg dipelihara pemerintah tsb biar rezim makin makmur
Kalo masih ada anak ga sekolah, berarti yg rusak itu sistemnya. Solusinya ya benerin sistem, bukan bikin jalur baru seolah-olah yg lama ga perlu diberesin. Sistem rusak ga bakal beres cuma ganti bungkus.