Materi ini Dijual Seharga Jutaan Rupiah dengan Overclaim Bisa Bikin Kalian Jadi Kaya dari Trading.
Padahal enggak, materi ini adalah salah satu BASIC yang perlu kalian pahami. Sisanya masih banyak PR lain yang harus kalian lakukan.
Makanya, saya share di sini gratis.
Awas! Materinya panjang. Cuma buat yang niat belajar
MULTI TIMEFRAME ANALYSIS
Kenapa ini penting?
Karena kadang kita gak bisa lihat bigger picture buat analisa kalau timeframenya kecil doang. Tapi kalau kita ke timeframe besar doang, analisa dan entry kita kurang presisi dan ada potensi resikonya kegedean.
Langsung aja kita mulai dengan sangat sederhana, terutama buat kalian yang mau day trading:
Gunakan 4 jam buat cari general trend
Gunakan 1 jam untuk cari level dan potensi koreksi
Gunakan 15 menit untuk nungguin konfirmasi
Timeframe 4 jam buat menentukan kalian mau cari posisi long/buy atau short/sell. 4 jam ini cukup clean buat tidak terlalu banyak noise, tapi tidak terlalu lama untuk intraday setup.
Cara identifikasi trend:
Tandai high (puncak/titik sebelum dia balik turun) dan low (lembah/titik sebelum dia balik naik)
Trend naik:
- High tambah naik (higher high)
- Low tambah naik (higher low)
Trend turun:
- High tambah turun (lower high)
- Low tambah turun (lower low)
Kategori lainnya: Sideways atau ranging dan ada lagi choppy market. Kalau itu nanti kita bahas di lain kesempatan ya
Di trend naik = cari koreksi/pullback, lalu cari posisi beli/long
Di trend turun = cari pantulan/rally, lalu cari posisi short/jual
Perhatikan gambar pertama, saya kasih gambar chart Hyperliquid. Kelihatan bahwa trend mulai shifting dari naik menuju turun
Timeframe 1 jam digunakan buat mencari level support/resistance. Di sini tempat kita cari dan nungguin sinyal buat entry.
Contohnya kita bisa tandain area/level deket trendline, high/low sebelumnya, atau menggunakan indikator seperti moving average. Lihat contoh gambar kedua di mana saya tandain area-area dari chart Hyperliquid.
Perhatikan juga indikator 21 EMA. Kalau trend lagi naik, harga ada di atasnya, kalau trend lagi turun, harga di bawahnya, dengan beberapa pengecualian yang mana nanti bakal balik lagi juga.
Timeframe 15 menit buat cari kapan "pull the trigger" atau masuk.
Caranya:
- Tunggu sinyal reversal di area yang ditandain kalau cari pantulan (posisi beli saat trend naik pas koreksi, atau posisi short saat rally)
- Tunggu breakout dari area yang ditandain (cari posisi beli dengan breakout dari high terakhir atau cari posisi sell/short dengan breakdown dari low terakhir)
Perhatikan gambar ketiga, yang saya buletin. Contoh breakout dan pantulan. Perhatikan plan saya untuk yang sekarang di gambar keempat. Saya udah tandain levelnya dan cari posisi short di area situ nanti.
Beberapa tips
1. Kalau cari posisi denga breakout/breakdown, SELALU kombinasikan dengan volume untuk memperkecil kemungkinan kena fake out
2. Kalau timeframe besar dan kecil berlawanan, sebaiknya diem aja. Jangan maksain trading. Cari pair lain atau nanti besok lagi
Ini belum termasuk cara ngitung resiko dan lainnya ya. Jangan sampai kegocek dan kena likuidasi/margin call
Strategi TRADING SIMPEL yang bikin floating minus auto ilang π«
Nggak perlu 15 indikator, nggak perlu nunggu news, cukup 1 konsep + 1 aturan masuk.
(free edition)
Ini dia resepnya:
- Ikuti TREND (jangan lawan arus)
- Cari FVG di arah trend kuat
- Tunggu harga balik (retrace) ke FVG
- Masuk PAS ada candle konfirmasi (engulfing / rejection wick panjang)
SL taro di bawah FVG atau low candle konfirmasi β floating minim, RR gampang 1:2+
Hasilnya? Entry presisi, bukan asal tabrak.
β οΈ Kalau post ini tembus 50 retweet gw bakal share metode simple kaya gini lagi