Gw dan Pandita Ratu doyan "pelesir" ke perumahan-perumahan bagus. Kami mendatangi rumah contohnya, ngobrol dengan sales dan tentu bertukar nomer.
Ada satu sales yang ramah banget ketika kami berkunjung ke sebuah perumahan bagus di Sentul Selatan. Dia menjelaskan apa saja yang kami dapat kalau beli di dia. Dia juga ngasih tips and trick kalau mau nyari rumah walaupun bukan beli di dia. Dia tak pelit ilmu. Benar-benar emang mau calon pelanggannya punya informasi yang cukup.
Lalu pada suatu kesempatan, dia mengundang kami ke launching sebuah perumahan baru di Bintaro. Harganya masih jauh lebih murah daripada harga rilis. Dia berani kasih diskon hampir 30%. Dia sudah menjual beberapa rumah.
Kami penasaran dong dengan komisi yang dia dapatkan. Kami nanya langsung. Dia tersenyum dan bilang "Udah saya belikan satu rumah yang di Sentul kemarin, Pak."
Harga rumah yang kami lihat di Sentul itu paling murah 2.8M. Dia beli cash.
Kita sering menganggap bahwa profesi sales itu remeh temeh, padahal ya secara penghasilan, mereka yang paling berpulang punya penghasilan paling banyak. Tidak ada batas atasnya. Berbeda dengan pekerjaan di belakang meja yang ada sudah range tetapnya.
Juli 2015, Bapak berdasi kuning itu, Walikota Makassar 2004-2014, dijemput mobil tahanan KPK karena kasus korupsi. Lalu divonis 4 tahun penjara.
Kota yang dipimpinnya, kini, tetap sarat dengan masalah. Macet, banjir, sampah, dll. Jadi jangan terlalu percaya dengan glorifikasi media.
Apalagi predikat-predikat seperti ini biasanya disertai proposal sponsorship. Gw masih pegang proposal penawaran salah satu media nasional terkemuka. Diajukan ke bos di kantor. Gw sarankan ke beliau, gak usah diambil 😂
Jadi yang punya channel Unlearning economics, Cahal Moran, dia bilang bahwa ekonom jaman sekarang tuh banyak sekali (kalo gamau dibilang hampir semua) banyak yang ga napak tanah
Semuanya dibikin abstrak dan matematis, terlalu berkutat pada hitungan dan ga banyak fokus pada eksperimen dan observasi langsung terutama ke kelas menengah kebawah (dalam bracket ekonom)
Backgroundnya pun ga kaleng2, akademia ekonomi di London dan Manchester, dan gw banyak setuju sih, inflasi primer pada kebutuhan pokok kadang dicampur sama inflasi umum jadi keliatannya kecil dst dsb
Alhamdulillah pertanyaan seperti ini tidak pernah harus terjawab dalam keluarga saya.
Ada cerita yang selalu disampaikan dalam keluarga dan diceritakan pula oleh beberapa rekan Ayah saya (رَحِمَهُ ٱللَّٰهُ) tentang perkara korupsi ini.
Ayah saya pernah menjadi korban kekerasan oknum aparat waktu awal bekerja di mess hall salah satu kota terkaya di Papua (dahulu Irian Jaya). Oknum ini memaksa untuk meminta ransum tambahan untuk dibawa pulang ke Jawa dan karena Ayah saya menolak untuk memberikan karena takut dianggap korupsi oleh perusahaan, akhirnya Ayah saya menjadi korban pemukulan dan dikejar-kejar sampai tersungkur beberapa kali. Walhasil, Ayah saya sampai babak belur dan harus dirawat di rumah sakit.
Di lain kesempatan, setelah pindah dari mess hall dan menjadi general affair, Ayah saya menjadi korban fitnah dari rekan kerja dan atasan yang melakukan korupsi. Ayah saya tidak mau terlibat korupsi sehingga dianggap "tidak kompak". Akhirnya, Ayah dan teman akrabnya yang tidak kompromi ini, difitnah sampai didemosi ke tempat kerjaan lain. Ayah saya menjadi petugas penjaga post box dan temannya menjadi cleaning service.
Alhamdulillah kebenaran selalu menemukan jalannya. Korupsi mantan rekan kerja Ayah terungkap dan status dan jabatan Ayah dipulihkan. Bahkan, Ayah mendapatkan kenaikan jabatan.
Keluarga kami tidak pernah menjadi keluarga yang kaya raya tapi tidak pernah juga mengalami kekurangan. Ini semua berkat kerja keras Ayah dan kejujuran Ayah dalam bekerja sehingga apa yang kami rasakan terasa lebih berkah dan lebih dari cukup. Ini adalah privilege terbesar yang saya dapati dari keluarga saya dan insyaallah akan saya teladani dalam memimpin keluarga kecil saya saat ini.
Terima kasih Ayah atas seluruh perilaku, contoh dan teladan selama ini.
Allahumma firlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.
Sampe perkara ngutang beli motor aja ga mau kalo buat saya hehe tapi kalo buat adek saya digas semua.
Sampe sekarang kalo ortu sudah mulai "anak saya yg pertama itu gampang bla bla bla" Saya ga mau dengar, langsung pindah ke ruangan lain. Sakit hatinya ga bisa dijelaskan 😄🙏
coba itu bos-bos debt collector kasih kuliah dia punya anak buah. tidak hanya bawa orang punya anak dari kampung lalu ka jakarta hanya untuk ba tagih-tagih orang, lalu mabuk-mabuk di tanah kosong.
kuliah tidak menjamin orang jadi lebih baik, tapi deng kuliah dorang akan belajar banyak hal.
anak2 yang disebut matel itu (saya belum punya data), tapi bisa jadi adalah anak2 yang underprivileged di kampungnya, yang mau kerja apa saja asal bisa dibawa ka Jakarta.
sudahlah. mengaku timur tidak mesti angkat dada si paling jago; mengaku timur tidak mesti angkat parang. mengaku timur bisa bangga dengan cara lain.
sudahlah. meromantisasi si paling jago sudah tidak relevan sekarang.
banyak sosok yang bisa dicontohi dari orang2 timur di jakarta, serendah-rendahnya bisa kamu sebut kanda Bahlil yang mengaku dari Papua tapi lahir di Maluku yang punya darah Sulawesi. kurang timur apa lagi kanda Bahlil itu.
Saya sering bilang gk ada gunanya bilang "pejabat sekarang lebih kejam & korup dibanding pejabat kolonial."
Wong kalau diurut, orang-orang itu hampir pasti keturunan londo ireng kok.
Dari didikan & privilese kolonial juga sifat lacur itu berakar.
Jangan di-whitewashing.
Buku bekas adalah hak yang menjual untuk menentukan harganya. Mau jual 5jt silahkan (paling dikatain Lintah Buku).
Klo kalian ga cocok, bisa kalian skip. Gitu aja, simpel. Ga usah mencemooh.
Semoga kalian sebagai pembaca ga perlu menjual buku kalian demi memenuhi kebutuhan yang lain 🤲
baca qrt dan repnya pada nyalahin kakaknya? kan terserah dia mau jual berapa, kok dijadiin samsak kalian ngeluarin unek-unek?
lagi-lagi konflik horizontal ya😂
Siklus harga buku:
- Beli: Rp150.000
- Preloved awal (masih mulus): Rp100.000
- Preloved ada cacat (sobek/jamuran/dent, dll.): Rp50.000
- Preloved ternyata udah gak cetul dan banyak yang cari: Rp500.000 ke atas
Sedih mendengar kabar ini, Lampuki -novel yang meraih penghargaan kusala sastra 2011 dan pemenang unggulan DKJ 2010- tidak akan dicetak ulang lagi oleh Gramedia karena kurang banyak diminati oleu pembaca.
Kita jangan lupa, penerbit apapun niatnya tentu akan balik lagi kepada laba dan rugi.
Kita sebagai pembaca hanya bisa mendukung untuk membeli buku-buku bagus ini, agar tetap terbit.
Sedangkan peran pemerintah? Nol besar.
banyak min kalo ke australia sini, orang-orang Lebanese kan ya bahasanya Arab, orang lebanon kristen kalo ngomong Oh my God ya tetep yaAllah.
Luaskan wawasan kalo bahasa arab bukan berarti pasti Islam.
Kalau nyari preloved murah cari aja seller BU dan bukunya emang udah lama. Tapi ya gak usah neko neko bukunya harus mulus kaya baru keluar gramed lol
Bekas tekukan, menguning, pinggiran sampul ngelupas. Ya itu namanya buku, kalau gak mau yg begitu mah lu beli kindle aja