KAYAKNYA BARU PEMERINTAHAN PRABOWO,
AJANG MARATHON JADI DEMONSTRASI YANG KEREN, BEBERAPA NOTES NYA :
- RUN BETTER THAN THE GOVERNMENT RUNS THE COUNTRY
- SORRY YEE, MY PACE IS MORE STABLE THAN THE RUPIAH
- YOUR HEART RATE IS STILL LOWER THAN USD $$$$$
- LARI LO LEBIH KUAT DARIPADA RUPIAH
- LARI YANG BENER! KITA DIKEJAR PAJAK!!
- RUN FASTER IF U WANT TO BE RICH
- YAKIN MAU STOP? PRBW* AJA NYALON 5X
- 10 + 6 = 21 KM
- Running 21.1 KM is hard, but being a WNI is harder.
- Cukup media yang dibungkam, jangan sampai kita diam!
- Pace turun masih mending, rupiah jangan.
- Yang dikejar PB, yang nyusul harga-harga.
- Lari 21K lebih gampang daripada cari kerja.
- Kalau capek istirahat, kalau rakyat capek gimana?
- Keep running before the dollar does.
- Naikkan pace, turunkan harga.
- Kaki kuat, dompet belum tentu.
- Lari demi kesehatan, bukan demi efisiensi.
- Personal best naik, daya beli turun.
- Finisher medal > janji kampanye.
- Lari pagi, lihat kurs rupiah, cardio lagi.
- Pajak mengejar, kami berlari.
- My pace is faster than government reform.
- Strong legs, weak rupiah.
@MasCipto_@KapudS640 Ku pun klo temennya atau misal aku yg ngalamin, temenku pasti ngetawain🤣 gajelas banget tu orang wkwk
Alhamdulillah, kamu dijauhin orang jahat dan gajelas, dan sukur juga kamu masih bisa memilih ketawa, walopun kzl mah pasti wajar ada.
Sebenernya salah 1 penyakit kronis banyak WNI itu adalah: oportunis level eksploitasi apapun untuk diri sendiri.
Ini mental koruptor.
✅ Pemotor pake trotoar (peduli setan ama hak pejalan kaki toh lagi kosong).
✅ Korupsi haji & penggelapan uang umroh (peduli setan udah nunggu ataupun nabung puluhan tahun).
✅Nimbun pembalut gratis di wc dan buat diambil sendiri (peduli setan kalo ada yg mendadak dapet).
✅ Jualan kelontong tabung gas di trotoar (peduli setan, toh orang pada pake motor).
✅ Hangout di cafe/di sebuah tempat tapi parkirnya di trotoar (gak ada pilihan, adanya itu)
Apalagi ketika kerugian orang lain gak “visible” atau “instan”, maka “gak berasa” dan akan dalih “gak merugikan orang lain” atau “mereka gak pake” atau “kapan lagi”.
Ini cross level ekonomi dan intelektual.
Ini penyakit kronis dan laten.
Pertanyaannya, ini rootnya dari mana karena kelakuan ini “masif”.