Bukan riba yang ngeri, tapi:
1. Kebodohan. Sebelum akad KPR, semua hitungan sudah dijembrengin. Cicilan tiap bulan itu ada porsi pokok dan bunga. Pokok utang akan selalu berkurang. Bacalah semua yang diberikan kepada kalian pada saat akan membeli rumah. Pelajari dan tanyakan agar kalian benar-benar paham.
2. Kemunafikan. Sejak awal dia sudah tau bahwa KPR itu ada bunganya, tapi tetap diambil, lalu di kemudian hari teriak-teriak "ngerinya riba"? Gimme a break.
3. Ketiadaan kemampuan berpikir. Liat point no. 1, sehingga jika pokok utang adalah 250jt, pada saat dilunasi, tidak mungkin pokoknya bertambah jadi 260 juta. Selama 4 tahun pokok utang akan terpotong sedikit demi sedikit. Berbeda dengan pembiayaan kendaraan bermotor, ketika KPR dilunasi, maka yang wajib dilunasi adalah pokok utangnya saja. Paling hanya penalti pelunasan lebih awal, itupun jika masih dalam batas waktu yang ditentukan.
4. Penyebaran kebohongan yang dilakukan oleh akun yang mengaku "dakwah." Lucu banget. Ngefitnah tapi mengaku dakwah.
Jadi sektretaris dapet pengalaman apa aja, ini listnya:
1. Diajak NIKAH sama bos perusahaan lain, petantang petenteng, markirin mobil depan kantor, dengan buru2 dia bilang “ini mobil saya, rumah saya di Kota Baru Parahyangan, saya mau serius sama kamu”, I WAS TOO STUNNED TO SPEAK, untungnya bos aku dateng, tapi dia gangguin terus dengan tlp ke kantor.
2. Tiap lagi handle tamu bos, suka ada yg tbtb naro duit di meja gue, buat jajan katanya, I REFUSED, sampe aku taro terus duitnya di bawah buku.
3. Sohib bos aku yg juga customer sering godain, sampe paling parah dia ngasih hpnya ke aku yg lagi play video pornography, dia yg bikin aku resign karna aku takut.
4. Difotoin diem-diem sama client bos aku, sampe aku ngeuh karna ada bunyi shutter, pas aku confront bilangnya enggak enggak pret, gue takut bgt sama dia, karna kejadiannya gak sekali dua kali, dan dia emang ada simpenan juga, terkenal hidung belang, so I gotta be extra careful.
5. Ditawarin jadi piaraan, like what the fuck you think I am, super offended, beraninya bilang “kamu mau apa aja saya kasih, kalo mau ngobrol dulu boleh, pilih aja tempatnya, daerah Setiabudi enak tuh”, enak palalu.
Kejadian buruk ini mostly dari orang luar, meskipun aku ada pernah digodain sampe another level sama sesama karyawan tapi alhamdulillah karyawannya di PHK, soalnya creepy bgt.
Bosku semuanya baik, sangat sayang sama aku, belain aku terus, sampe pas resign aja prosesnya sulit karna gak dibolehin terus, malah sampe akhirnya mereka nyerah dan bilang “yaudah selesaikan dulu urusannya, kapanpun kamu mau balik, balik aja”, beneran semuanya turun buat nahan aku, sayang bgt sama semuanya, tapi aku harus memilih harga diriku sih huhu semoga mereka semua baik-baik saja 🥹
Anyway, this is Gloria.. anjing yg menemani aku bekerja sampai akhir hidupnya 💔
Gaes pokoknya ati2 kalo nerima nasehat. Soalnya crab mentality di sini serem banget soalnya. Contoh:
-> nyuruh kita gausa berteman baik dgn temen kantor, padahal mungkin dianya sendiri yang ga bs berteman atau kebetulan kantornya toxic.
-> bilang kalo nyari beasiswa kuliah cuma buat yg kaya2 aja biar kita ga berani nyoba, padahal mungkin dia pernah gagal dan takut insecure kl kita berhasil. Faktanya, byk beasiswa yg dibuka utk siapapun, ga harus org kaya.
-> yang lagi rame, ngasi tau kalo IPK dan Organisasi kampus ga penting, padahal bisa jadi karena emang dianya aja yang IPK-nya jeblok dan ga ikut ormawa, padahal ini potensi bgt buat dunia kerja
Delete my entire childhood cause why did i just find out it’s “rambut digunting pala botak” and not “tikutikutik pala botak”?
this is actually sick and twisted
Buat mas mohan.
Ngacengan itu wajar, tapi ada otak bagian pre frontal buat ngontrol titit anda sehingga tidak memaksa orang buat kentu.
Sebagai orng yg mengenal sampean d skena brand lokal, jujur klarifikasi ente ngeselin.
Circlenya juga mengecewakan.
Terkesan Mewajarkan
Sedikit masukan untuk gen-z & gen alpha yg punya duit terbatas untuk spending.
Dari gen-x yang kebetulan sudah hidup lebih lama dan sempat 23+ tahun terlibat mengelola investasi global ratusan miliar dollar.
Kalo lo merasa perlu beli kelas untuk meningkatkan kemampuan diri, menurut gw skill paling penting yg perlu lebih awal dikuasai tuh how to think.
Pahami mental models penting.
Contoh: first principles.
Terus aplikasikan dalam kehidupan dan karir. Salah satu gunanya agar paham memisahkan antara luck dan skill.
Dengan paham pemisahan itu dgn benar maka bisa paham (contohnya) mana aset yg rationally valuable dan mana yg sekadar becek karena narasi dari cocot influencer.
Berikutnya akan paham mana yg bisa disebut investasi dan mana yg sekedar aksi spekulatif.
Selaraskan dengan ekspektasi.
Selaraskan dengan horizon investasi.
And act accordingly.
Jangan terbalik.
Aset spekulatif dibeli dengan mindset investasi atau sebaliknya.
Kalo udah tau bedanya, ga bakalan kegocek influencer YouTube modal kemampuan videografi dan kata sumpah serapah.
Dulu pas kuliah mikir begini persis. Berarti trade tuh enak bgt ya, kenaikan gak ada maksimal, tp penurunannya mentok di 100%. Terus disodorin fakta sm market, kurang lebih kaya tabel di bawah🙂↕️
FYI aja, ngeliatin banyak yang share porto di QRT / Komen, tapi cuma nutupin nilai portfolio.
Tapi, keuntungan & imbal hasilnya masih keliatan. Artinya, masih tetep bisa dihitung juga nilai portfolionya berapa hehe.
maksudnya kalau mau ngumpetin nilai portonya, % nya jgn lupa ~
Knp vibes saham Indonesia skrg kek 2021 ya..
Banyak nubie beli saham gak jelas
Banyak influencer dadakan
Banyak konten 'cara bikin 1 juta jadi 1 miliar' atau semacamnya, dan semuanya viral
Endingnya udah ketebak sih ini
5 years old - Dad knows everything!
7 years old - Dad knows.
10 years old - Maybe Dad doesn’t know?!
12 years old - Dad doesn’t know.
14 years old - Dad's gone crazy!
16 years old - Can’t take Dad seriously.
18 years old - What does dad know?!
22 years old - Dad's talking rubbish!
24 years old - I know more than Dad!
26 years old - Dad seems to know some things after all.
30 years old - Think I should ask Dad about this?!
40 years old - It’s amazing how Dad went through all this!
45 years old - Dad's been right all along.
50 years old - If Dad was here, I could have learned a lot from him.
Totally agree. Always tell my younger relatives to stop saying "Im not into math" or "Im a left brain person" or "MBTI told me im bad at x" as an excuse to not explore new things. Leonardo da Vinci was born in 1452 with no internet, yet he sculpted, painted, studied science, astronomy, chemistry, medical and even metallurgy. Not saying you should be him but go explore n learn stuff
Pendidikan kok digatekeeping. Negeri pula. Zolim banget kayak istilah “sekolah favorit”.
Yg masuk emang yg udah terseleksi berat. Lulusannya bagus, makin jadi sekolah favorit
Tapi jadi gatau ni sekolah emang gurunya yang jago atau emang muridnya aja yg udah pinter pas masuk?