@genturtama@ardisatriawan UNY nya emang gak bener, temen saya orang Thailand namanya dicatut sama mahasiswa Pendidikan Fisika terus publish di Journal SINTA ecek2
@intinyadeh Dulu teman Thai ku juga dicatut namanya di paper salah satu alumni Pendidikan Fisika UNY tanpa bilang-bilang. Kenal sama orangnya juga engga. Udah kirim email tapi ga pernah dibales.
Shame on you UNY 👎🏻
Ada apa sih dengan UNY ini? Dulu namanya teman ku yang orang Thai dicatut diam-diam di paper salah satu alumni UNY Fisika. Teman ku itu anak Fisika material (kalau gak salah) tapi namanya ada di paper Fisika Pendidikan. Udah coba kirim email ke penulis dan prodi tapi ga di balas
#intinyadeh UNY konfirm nama Rifaldy & Prihantini ada tercatat sbg alumni UNY.
Dosen FMIPA turun tangan utk hubungi mereka, krn sosmed mereka udh gak ada.
Prihantini udh bisa dihubungi, janji akan klarifikasi. Rifaldy blm bisa dihubungi.
Ttg sanksi: akan dibawa ke komite etik.
Reality check.
Cowo dan cewe jaman sekarang sama sama jadi korban podcast / konten relationship yang bias dan terlalu oversimplify suatu hal yang kompleks.
Disatu sisi, tontonan cewe tentang provider men dan kisah cinta orang lain yang isinya diroyalin.
Di sisi lain, tontonan cowo tentang istilah if he wanted to he would yang mereduksi effort yang udah mereka kasih selama ini.
Orang pacaran, bukannya komunikasi satu sama lain, malah disuruh ambil kesimpulan dari sosial media. Jadinya ya, mau menang sendiri terus.
Bangkok is suffering from unhealthy air anew on Monday morning due to unhealthy level of PM2.5 microdust particles, according to IQAir Bangkok. Thailand’s capital ranks at No. 17 among the most air-polluted major cities in the world this morning. (Photo of Bangkok taken this morning by @PravitR) #Thailand #Bangkok #PM25
INDONESIA!!!!
Juara bertahan 3 edisi beruntun membawa 290 atlet di ASEAN Para Games 2025 Thailand. Atlet Indonesia akan bertanding di 18 dari 19 cabor. Mereka didukung oleh 106 pelatih, 55 ofisial, dan 16 manajer.
Indonesia menetapkan target 82 emas dan akan menghadapi persaingan sangat keras melawan tuan rumah Thailand.
Kalau versi gw, tiap dia cerita apa aja gw dengerin dan gw tenangin atau kasih dukungan. Giliran gw cerita keluh kesah hidup gw, gw dibilang suka ngomongin orang sama bawa energy negatif terus ke dia ☺️
IHHHH KAYAK 💩 DEH KELAKUANNYAAAA
I had a friend who used to call me at 4am crying about her boyfriend. I’d wake up, listen, let her vent, and then go back to sleep, more than once. One night I couldn’t sleep, so I thought I’d return the favor and called her at 4am. She answered and told me she was sleeping, & I should call back tomorrow. Moral of the story: always remember that energy you give isn’t always going to be reciprocated—set your boundaries, even with “friends.”
I had a friend who used to call me at 4am crying about her boyfriend. I’d wake up, listen, let her vent, and then go back to sleep, more than once. One night I couldn’t sleep, so I thought I’d return the favor and called her at 4am. She answered and told me she was sleeping, & I should call back tomorrow. Moral of the story: always remember that energy you give isn’t always going to be reciprocated—set your boundaries, even with “friends.”
For those who want a bit more context: parts of Sumatra, Indonesia have been hit by severe flooding and landslides, destroying homes, roads and bridges and basically leaving entire communities stranded without adequate resources. That’s why this reporter broke down.
And the reason Indonesians are angry is because the government still hasn’t declared this situation a national emergency, which means large scale state funding cannot be mobilised and responsibility is pushed onto already strained local governments.
But the craziest part is that on top of failing to properly assist civilians, the government is also rejecting aid and offers of help from overseas so how is any of this supposed to make sense?
@BadmintonTalk Hari sabtu kemarin ketemu team triathlon di Rayong, pagi2 lagi mompa sepeda pake pompa manual sebelum latihan. Sempet mikir kenapa ga pake pompa listrik aja 🤔
Gilaaaa!!! Kemarin sempet ketemu di hotel di Rayong pas lagi siap-siap latihan, keren bangeetttt 😭 mereka persiapannya gak main-main sih 3 bulan cooyyyy
FIFTY-THIRD MEDAL for Indonesia at #SEAGames2025
Triathlon - Women's Aquathlon Team Relay
🥇INDONESIA (Martina Ayu Pratiwi, Binta Erlen Salsabila, Kayla Nadia Shafa)
🥈PHILIPPINES
🥉SINGAPORE
#Thailand2025
@sighyam Ramadhan will starts around mid of February so the end of Ramadhan may be around 2nd or 3rd week of March. If you come around that time, you could see how we celebrate Idul Fitri 😊 Jakarta will probably empty around that time as people goes back to their hometown
Buat 20 dan 30an kali, ya:
1. Tubuh itu ngambeknya makin cepat setelah 40. Di usia 20/30-an kita masih ngerasa kebal. Misal, tidur jam 3 pagi besoknya masih bisa jogging. Tunggu umur 40. Salah bantal 2 cm aja besok bisa berasa patah leher. 😩😩😩😭 jadi… perlakukan olahraga bukan hanya untuk gaya hidup, tapi survival kit.
2.Olahraga tuh bukan buat kurus doang. Tapi buat kualitas hidup yang lebih jos. Biar kita bisa naik tangga tanpa dengkul ngambek minta ganti oli, dan tanpa ngos-ngosan. Aku masih sanggup naik 5-6 lantai without losing my breath. Intinya, investasi terbaik di umur 20 dan 30an? Otot. Dividennya kerasa di umur 40an.
3. I know this is very hard especially to those who are still in the 20s. But please, stop spill semua ke media sosial. Oversharing itu gak keren. Seringnya malah jadi bumerang.
Semakin gede umur, aku semakin sadar: Privasi itu luxury. Ada hal yang makin indah kalau cuma kamu dan orang terdekat yang tau. Jangan jadikan hidupmu museum terbuka buat penonton yang nggak bayar tiket.
4. Mind your own business. Umur 20-30 tuh masih penuh overthinking soal apa kata orang sampe aku sadar: orang juga sibuk mikirin dirinya sendiri, bukan kita. Lebih tenang hidup kalau energi fokus ke hal-hal yang benar penting.
5. Cari inner peace, bukan applause.
Validasi itu candu, tapi … Inner peace itu aset. Di pertengahan 30an aku akhirnya ngerti: ketenangan itu bukan datang dari likes, tapi dari boundaries dan tidur cukup. A bit more about boundaries: learn to say no without having to explain yourself, without feeling guilty apalagi ngerasa gak enak. Stop being a yes man yang pada akhirnya kita dijaidiin keset. Kita bisa banget jadi asertif dan tegas tanpa perlu menaikkan nada bicara.
6.Belajar investasi lebih cepat.
Di 30-an, uang tuh berasa gampang datang-gampang pergi. Di 40-an aku sadar: the earlier you invest, the earlier you can relax.
Jangan cuma kerja buat bayar tagihan, tapi kerja buat the future-you.
7. Jangan takut berubah.
Di umur 20an or 30an, sebagian dari kita masih sering ngerasa harus mempertahankan semuanya; citra, circle, pilihan hidup, bahkan yang udah nggak cocok lagi. Terus dengan tololnya mau-mauan dijadiin keset idup sama orang yang gak tau terima kasih karena takut ditinggalin. 😭
Di pertengahan 30 an aku sadar:
perubahan itu bukan ancaman, tapi upgrade.
Masuk the big 4, aku sih udah bodo amat. I cut people off like putting trash in the trash can. And i kid you not, my life has never been better 😍
Banyak hal ternyata nggak perlu dipertahankan, cukup dilepas dengan elegan. Dan keputusan-keputusan yang dulu kita buat karena ego… sekarang kita dapet clarity dan bisa lihat dengan jelas: mana yang beneran penting.
Hidup jadi lebih ringan ketika kita pilih diri sendiri, bukan ekspektasi orang.
Bjir panjang amat. (Balik ngadon brownies)