Seseorang datang ke terapi dengan keluhan kelelahan. Burnout, katanya. Workload, toxic company culture, politik kantor, dll
Tapi di suatu titik dalam sesi, ceritanya berubah, dan ternyata yang paling melelahkan bukan pekerjaannya
Pernah kepikiran nggak sih, kenapa ya kita kalau sama orang yang paling disayang justru malah lebih gampang marah atau rewel? Padahal sama orang luar bisa sesabar itu.
Jujur aku pun ngerasa gitu. Setelah dipikir-pikir, mungkin karena aku menganggap mereka itu safe place aku. Ada perasaan "aman" secara bawah sadar kalau aku nggak perlu jaga image atau nahan emosi lagi di depan mereka, karena aku tau mereka nggak akan pergi.
Tapi ya itu, sisi egoisnya kita jadi sering kasih sisa-sisa energi ke orang yang paling tulus, padahal mereka yang paling berhak dapet sisi terbaik kita.
Kalian pernah di fase ngerasa gini juga nggak sih?
Gw udah di tahap kemana-mana sendiri tuh udah bukan lagi karena tipe kepribadian, tp lebih ke waktu dan kesempatan tuh ga datang 2x.
Saat kita punya waktu, kesempatan dan uang, mau traveling, nonton konser, kondangan, karaoke, makan di resto, dan apapun yg pengen kita lakukan ya gass aja, ga perlu nunggu ada temennya atau gak.
Waktu ada, kesempatan ada, uang ada tp ga jadi karena gada temennya ya rugi bgt. Uang dan mungkin kesempatan bisa datang lagi, tp waktu yg udah berlalu ga akan bisa balik lagi.