@Zeefire02 meanwhile gender mereka saat nggak mau berdebat sama laki. "incel, banci, mpreg, patriaki, princess, misoginis, mokondo, klemar-klemer, egonya kesentil, terserah pikir aja sendiri, yap yap yap, manchild, small dick energy, nikah aja sama laki" dll
@thoriqudinson@tanyakanrl feminis indo feminis prasmanan semua, layak dimaki maki. mereka cuma pengen menang against their competitive brain for gender, mereka gapeduli sama kesetaraan yg sebenernya apaan. udah feminis, sekalian nyelubingin campaign normalisasi lgbt, itu ironi🥱
@calleeedlove@my_starryskyy@purebprince jangan suka pelintir victim dehh. scr ga langsung juga lo gapunya empati dasar dalam berargumen, karena apa yang lo lakuin itu jatohnya bukan argumen, nyudutin satu pihak, victim blaming. sekarang kalo lu pikirannya terstruktur kaya gitu gimana mau nyiptain ruang discuss yg bgs??
@kakikazuha@problmatticc@yappingfess tbh if u translate that “sepakat, supaya debat cepat selesai” in positive way, lu gabakal ngetik begini. udah wise dong sicowo ngetik sepakat supaya debat selesai, tinggal kasih solusi, clear. buat apa manjangin debat, u said laki harus coba implentasiin “IMAM”???
@rahasiakuajaya@yappingfess emang ngentot. mereka koar koar misoginis misoginis eek kuda, tp mereka sendiri tiap adu opini atau cowo sepakat sama omongan cewe selalu diblame dan nyudutin. jd skrg kita yg misoginis apa mereka yg misandri? feminis prasmanan anjing
semua lu panggil misoginis anjing, meanwhile lu lu pada feminis prasmanan yg selalu mojokkin laki laki dalam opini berak lo itu apa ga lu sebut diri lu misandri juga? sekecil laki laki sepakat sama argue lo aja masih lo benci jing.. stress lu feminis gila