di kehidupan yang hanya sekali ini, aku menjadi manusia yang bahkan untuk bermimpi saja harus tau diri. untuk jatuh cinta, harus sadar diri. untuk memiliki keinginan, harus sadar situasi.
menjadi manusia yang jumlah episode ikhlas dan merayakannya kontras sekali.
Bu, hidup lebih lama ya? Lihat anak mu ini menang berkat doa dalam diam mu. Anak mu ini ingin menjadi kebanggaan mu di hidupnya. Jangan pergi dahulu ya bu? Tolong lihat aku sampai aku menang.
Doa mu akan selalu menjadi pelindung bagi seorang anak seperti ku, Bu.
Bu, tolong doakan setiap langkah ku ya? Doakan anak mu untuk menang, menang dari segala hal yang menyiksa ku. Bu, tolong rangkul diriku dalam diam dengan doa mu ya? Aku ingin merasakan hangatnya diriku dalam perang, aku ingin nyaman dalam perang ku.
Bu, aku ingin menang. Lagi dan lagi kemauan ku hanya untuk menang demi membanggakan mu, agar kau tak malu mempunyai seorang anak seperti ku. Maaf bu, aku belum sepenuhnya sempurna.
Mom, I Want to Be a Winner Too.
Bu..
Aku juga ingin menang..
Menang melawan perang ku dengan diri sendiri; melawan riuh nya kepala ku dalam gelap; menang dalam berat nya pundak ku dalam menanggung beban.
Bu, aku takut gagal. Gagal menjadi anak yang bisa
membanggakan mu, gagal dalam melangkah, dan gagal menjadi seorang manusia. Tapi gagal juga bagian dari jalan ku menuju kemenangan kan, Bu?
Keahlianku akhir-akhir ini:
memesan kopi sambil hancur,
membalas chat "wkwk" sambil kosong,
mengangguk paham
padahal ingin pulang dan hilang sebentar.
Semua kulakukan dengan profesional.
Sampai orang lain memujiku,
"Kamu terus kelihatan baik-baik saja ya."
Aku mengangguk.