Telah lahir karya kedua saya dalam keadaan merah manyala. Namanya UTARAKAN! Sepatu Saja Punya Hak, Apalagi Manusia
Terima kasih untuk semua yang telah membantu prosesnya dan menyambutnya dengan penuh sukacita 🔥
Hayuk kenalan! Ditunggu sama Joshua & Cara
gila ya setelah dipikir pikir, pantes kita tuh gampang ngerasa gagal, useless, ga guna karena standar kesuksesan di indo tuh tinggi bgt.
ngelamar kerja maks umur 25, main di kidzania maks umur 25, umur sekian udah harus ngasih THR ke sodara dan tetangga, umur 25 harus punya tabungan 100 juta pertama, banyak banget standarnya. sampe kita ngerasa kayak ga bener bener menikmati hidup sendiri buat ngejar standar standar itu.
kapan ya budaya kaya gini bisa hilang dari kita?
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
@afrkml Seingetku baru pernah pingsan sekali waktu SD gara-gara kesandung terus jatuh, kayaknya posisi kepala duluan karena begitu sadar sempet amnesia ringan. Abis gitu belum pernah pingsan lagi, bahkan pas kecelakaan ditabrak mobil sampe kepala bocor juga aku masih sadar.
Barusan cek lagi dan yak... beneran kan kepotong lagi waktu turun bus. Hadeuh masa iya aku harus beli kartu baru lagi? Kayaknya dua kartuku ini udah ga ketolong.
Ga habis pikir. Dua kartu kena masalah yg sama. Pic 1: Saldo emoney kepotong dua kali pas mau naik MRT. Pic 2: Saldo Flazz kepotong pas mau naik TJ.
Ini gue yg kebanyakan dosa ama TJ apa gimana, begini banget cobaannya.
Cuma ke Blok M aja abis 14.000 lho monmaap.
Nyampe rumah aku baru kepikiran, apa memang mesin tap di CSW dan ASEAN itu dirancang buat motong sejak masuk halte/stasiun ya? Sebetulnya ga mau suuzon tapi masa bisa kejadian dua kali dalam sehari dengan dua kartu berbeda?
Pantaslah orang malas ngurus saldo kepotong 2 kali ini. Disuruh nunggu 2x24 jam lho demi 3500. Kayak orang gak ada kerjaan aja kami. Mending gak usah lah, ambil aja 3500 itu.
Orang sial mana yg jalan dari ASEAN ke Blok M tapi bayar Rp3.500? Saya.
Niat mau naik MRT gak jadi karena mesinnya plenger. In this economy, 3500 itu berharga, Cinta
Hari ini aku berencana mau ke tempat yg lumayan jauh mumpung libur. Tapi sampe jam 12 siang aku masih mager ke luar. Begitu mau berangkat, makin mager lagi karena panas. Ujung-ujungnya aku tidur siang. Entah ini Tuhan sedang menyelamatkanku dari sesuatu atau emang aku males aja.
Habis dengerin everything u are, jadi termotivasi buat bikin lanjutannya Utarakan.
Tapi harus kuselesaikan dulu setidaknya satu utang cerita (dan tesis)