"Bang, koq bela Singapura?"
Keliru, sy justru sedang bela Indonesia & rakyatnya dr inkompetensi Pemerintah.
Jutaan rakyat tercekik asap Karhutla, bukannya segara atasi, malah buat isu gas ke Singapura.
Bursa bobrok harus segera dibenahi, malah percaya Singapura menekan MSCI.
@Johnsontechword This one is not Anak Krakatau, most likely AI. Anak Krakatau is in the middle of the ocean. Why repost this slop when authentic videos of the most recent eruption are all over the internet.
Bagaimana jika arah angin kemudian berubah dan abu vulkanik lebih banyak mengarah ke Jawa? Apakah kemudian Tuhan jd tidak baik?
Mengaitkan arah sebaran abu vulkanik dengan “Tuhan sedang baik” menurutku bs problematis. Arah abu ditentukan oleh proses fisik, terutama arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian, karakter erupsi, ukuran partikel, serta kondisi atmosfer. Angin bisa berubah sewaktu-waktu. Jika kemudian abu lebih banyak bergerak ke Jawa dan menimbulkan gangguan lebih besar, logika yang sama akan menghadapkan kita pada pertanyaan: apakah Tuhan tiba-tiba menjadi tidak baik?
Cara berpikir semacam itu dapat mengubah bencana menjadi soal keberuntungan atau kehendak Ilahi, padahal risiko bencana sangat dipengaruhi oleh faktor yang bisa dipahami dan dikelola manusia: pemantauan gunung api, sistem peringatan dini, tata ruang, kesiapan bandara, informasi publik, hingga kemampuan pemerintah melindungi warga. Bersyukur tentu merupakan pilihan spiritual yang sah, tetapi bersyukur tidak harus berarti mengatribusikan setiap konsekuensi alam sebagai intervensi langsung Tuhan. Justru sikap yang lebih bertanggung jawab mungkin dg mengakui ketidakpastian alam dan memastikan kita mesti bersiap ketika arah angin berubah-ubah... alam punya hukum, manusia harus selalu bersiap...
@lapupumacaron Dulu sekitar 35 th yll, pas SMP, saya sempet mau lompat dr atas jembatan, bawahnya batu2. Tp ga jadi krn kepikir kalo beneran jatuh kasian yg mesti bersihin TKP. Bakal ngerepotin orang lain. Cancel deh. Walaupun lanjut menanggung depresi bertahun2 tp akhirnya survive sampe skrg.
@DigialiTay@IntCyberDigest At least compilers are deterministic, pretty much predictable. Of course garbage in garbage out, but compilers won't produce bloat & garbage on its own, unsolicited.
“Bisa dilakukan sambil jalan”
Turunin kaca, ngambil e-money, tap kartu, nyimpen lagi, terus nutup kaca itu harusnya dilakuin pas mobil udah berenti sempurna, bukan sambil creeping maju cuman demi hemat beberapa detik. Karena selama mobil masih gerak, sekecil apa pun kecepatannya, fokus utama ya tetap kontrol kendaraan + liat kondisi depan. Bukan multitasking tangan kanan nyetir, tangan kiri bongkar kartu sambil ngira-ngira jarak ke palang.
SIM bukan bukti kita jago multitasking, tapi bukti harusnya ngerti kapan mobil mesti berenti dulu sebelum tangan sibuk ke mana-mana.
Dan buat yang ngirim tweet nya, lo goblok.
Todo el mundo criticando que la película es mala, pero la mujer con 60 años se puso a estudiar animación 3D por un lustro para llevarla a cabo con un presupuesto de 200$. Eso es un proceso artístico humano real, no saltarse pasos pidiéndoselo a una IA. Esto tiene mucho más valor.
Hari di mana ibuku meninggal, pagi harinya aku masih membeli pampers dewasa.
Pampers tsb akhirnya tak pernah terpakai & kami donasikan ke panti.
Tweet ini menyakiti setiap anak yg pernah menjadi caregiver orangtuanya yg sakit ataupun jompo. We need to deplatform unmagnetism