Ust. Daniel Haqiqatjou dan istrinya adalah simpatisan Feminisme ketika di bangku kuliah. Kabar baiknya, mereka berdua rujuk dan bertaubat dari ideologi destruktif tersebut.
Ini terjadi bukan tanpa alasan. Mereka rujuk karena tau bahwa ending dari seorang Feminis adalah kekufuran
@literarybase Iya, prefer happy ending
Open ending bisa diterima
Sad ending? Enggak dulu.
Untuk apa baca novel romance kalau endingnya harus nangis nangis... Cukup kehidupan dunia aja yg pahit, novel romance jangan...