🚨Bukan proyek Prabowo yang penuh drama korupsi.
Tanpa banyak pidato, 2.500 rumah diberikan gratis oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada korban Banjir di Sumatra.
Terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia 🙏
Pak guru Iman, Kepala Advokasi Guru, tahan tangis di MK saat nyampein dampak buruk MBG pada guru & bandingkan gaji guru dgn petugas SPPG
"setelah ada MBG, terjadi PHK massal terhadap guru honorer & PPPK"
"di Langkat ada guru honorer di gaji 500rb/bulan, di Sumedang 50rb" 🥹
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
kita dicegat. didorong. mereka ga memperbolehkan kita masuk ke Bundaran samsek karena “mengganggu aktivitas masyarakat”. Emang kita mahasiswa apaan? Pisang ambon???
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Kalian sadar gk ?
banyak daerah yg udah mulai demo tapi gk disiarkan media
Daerah yg sudah mulai Demo:
- Jakarta (Cikini Raya & Badan Gizi Nasional)
- Bandung (DPRD Jabar)
- Medan (Lapangan Merdeka)
- Kendari (Bundaran Tank)
- Semarang
Katanya mulai merembet ke Sulawesi & Sumatera juga 💀