sonyy baru aja mengaku sesuatu tentang kasus korupsi MBG :
- nanik sendiri di ketahui memiliki dapur SPPG MBG
- Nanik 3 kali ganti nama yayasan di titik SPPG miliknya sendiri
- Titik SPPG Nanik tersebar di Madiun, Tapos Bogor, dan Karang Asem
- Prosedurnya harus pakai surat resmi Nanik tidak pernah kirim surat
- Nanik cuma bilang ke Sony: "Pokoknya diganti!"
- Ini terungkap dari BAP Sony Sonjaya (tersangka kasus MBG) di Kejagung
padahal sebelumnya wakil BGN bilang pegawai BGN tidak boleh punya dapur SPPG
kalo sudah begini apakah akan di tindak atau omon omon?
PLN mati lampu bergilir awalnya konon karena batu bara menipis. Kebanyakan diekspor mumpung dolar lagi tinggi.
Belakangan mereka yang bekerja di industri tambang batu bara menertawakan pernyataan itu.
Sekarang timbul selentingan yang sepertinya sesuai dengan kenyataan yang sedang berjalan. Akibat MBG. PLN tidak mampu membeli pasokan batu bara seperti seharusnya.
pasien nya cerita
“kayaknya saya kecapekan, habis beresin toko yang sempat kebanjiran minggu lalu”
pas aku tanya lebih lanjut, pasien bilang dia sempat minum kopi kaleng yg ada di toko (disimpan di rak atas, nggak kena air banjir padahal)…. tapi langsung dibuka, langsung diminum, ngga di lap atau bilas.
@picutree@atokdalangs4 Aku kelas 1. Tapi karena penuh, "dititip" di kelas 3. Isi 5 bed. Tapi cuma ada 2 pasien termasuk aku. Alhamdulillah ruangan baru, tiap bed space-nya luas banget, ada jendela 2 (aku pilih yang pojok ada jendela). Kamar mandi super bersih. AC dingin. Happy!
@supernuttt_ Langganan kuuuuu.
Kalo beli telor, pilihannya cuma 2. Di agen, atau di o save. Jajanan anak murah banget dan size kecil sachet gitu yang harganya mulai 500 perak sampe 2000an. Tissue besar cuma 6500. Oat milk Nobo cuma 2600.
Barangnya cepet abis banget. Deket rumah selalu rame.
Guys, Chatib Basrmantan Menteri Keuangan yang sekarang dikabarkan akan menggantikan purbaya dan bicara langsung dengan Prabowo.
Dan pendapatnya tentang MBG singkat, jelas, dan sangat pedas.
Satu — MBG seharusnya bukan untuk anak SMA:
Chatib langsung tanya satu pertanyaan yang harusnya ditanyakan dari awal sebelum program ini diluncurkan:
"Bisa enggak MBG dikaitkan dengan ibu hamil?
Kesehatan ibu anak, gizi anak?"
Kenapa ibu hamil?
Karena dampak gizi paling kritis ada di 1.000 hari pertama kehidupan bukan di anak SMA yang sudah tumbuh.
Kalau mau benar-benar berantas stunting dan kurang gizi sasarannya harusnya ibu hamil di desa terpencil, bukan siswa sekolah favorit di kota besar yang sudah makan nasi padang setiap hari.
Program senilai Rp335 triliun tapi sasarannya salah dari awal.
Dua — diluncurkan terlalu besar terlalu cepat:
Chatib menyebut konsep yang paling penting: political capital.
Setiap kebijakan besar butuh modal politik.
Dan modal itu terbatas.
"Kalau start dari sesuatu yang besar kecuali punya political capital unlimited.
Saya enggak yakin kita punya itu."
MBG diluncurkan ke 82.000 sekolah sekaligus.
Tanpa pilot project.
Tanpa sistem pengawasan yang matang.
Tanpa SDM kompeten di posisi yang tepat.
Hasilnya bisa ditebak: korupsi meledak sebelum setahun berjalan.
Dan seluruh modal politik yang harusnya bisa dipakai untuk reformasi lebih penting — habis digerus oleh satu program yang terburu-buru.
Tiga — cara yang benar menurut Chatib:
Dari pengalamannya sendiri waktu jadi kepala BKPM Chatib punya prinsip yang sangat sederhana:
Mulai dari yang kecil dulu.
Yang bisa dikontrol langsung.
Yang hasilnya bisa langsung dirasakan.
Bangun kepercayaan dari situ.
Baru bergerak ke yang lebih besar.
MBG adalah kebalikan persis dari prinsip itu.
Dan hasilnya sudah terbukti.
Chatib tidak bilang MBG harus dihentikan.
Tapi dia bilang sesuatu yang jauh lebih keras dari itu: program ini salah desain dari awal.
Sasaran salah.
Skala terlalu besar terlalu cepat.
Tidak ada sistem pengawasan yang memadai.
Dan uang sebesar itu yang seharusnya bisa mengubah kondisi gizi jutaan ibu hamil dan bayi di desa terpencil malah bocor ke kantong orang-orang yang seharusnya mengawasinya.
Itu bukan kesialan.
Itu konsekuensi logis dari kebijakan yang dirancang untuk foto dan kampanye bukan untuk anak-anak yang benar-benar kelaparan.
@Delidul10 Single mom. Mantan suami gak kasih nafkah anak, tapi nikah lagi dan banggain anak dari pernikahan barunya. Lagi opname di RS. Ngerasa lagi burn out banget. Entah apa jadinya kalo tanpa ibu ku. (Anak ku manggil ibu ku dengan sebutan Icy)
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
@RichHealthyFun@dunkindonuts Dunkin tuh tempat aku me time pas hamil anak ku. Streaming film. Baca buku. Janjian sama bestie ku.
Love banget sama Dunkin Menteng!
@RichHealthyFun Samaaaa! Aku pun triple choco atau chocolate filling. Enak banget isian coklatnya. 😭
Aku lebih suka pesen hot chocolatenya. Atau pas brunch pesen chamomile tea+boston sandwich. Mood booster! 😍