@sleackers "Maksud kamu, aku ini mirip babi?!" Gigit bibir bawahmu. Pelan gigitnya. Seharusnya tidak terlalu sakit. "Kamu mau aku temenin tidur? Boleh, mau mulai malam ini?" Ayhner mengedipkan matanya dengan genit.
@sleackers "Jajan apa?" Mata Ayhner terlihat antusias saat mendengar bujukanmu. "Aku mau, ayo kita pergi~" Kuasa Ayhner menarik pergelangan lenganmu, meski pun dia tidak tahu arahnya tetapi dengan tidak sabaran dia melangkah.
@sleackers Lantaran Ayhner kesal akibat dirimu bawa-bawa tinggi badan dan memperlakukannya seperti anak kecil, lehermu pun ia gigit hingga meninggalkan bekas. "Aku tidak ngambek." Ujarnya dengan mata yang menatapmu tajam.
@sleackers "Maksudku boneka ini lucu mirip kamu." Memutar matanya kesal dengan ketidakpekaanmu. Boneka pun ia berikan padamu. "Nih, buat kamu biar ada temen tidur." Ujar Ayhner.
@sleackers "Aku bukan anak kecil. Sudah hampir 25 tahun begini masa dipanggil cil cil sih? Pokoknya tidak boleh." Lantaran Ayhner makin kesal, pinggangmu pun ia cubit dengan lumayan keras.
@sleackers "Hah?" Ayhner melongo mendengar ucapanmu. "Serius? Memangnya aku terlihat seperti itu?" Ayhner bertanya dengan roman bingung. "Oohh, kamu kasih kecil belum berpengalaman. Mau aku ajarin?" Menggerakkan alis ke atas dan bawah berkali-kali, senyum jahil terpatri pada bibir Ayhner.
@sleackers "Kenapa kamu malah balik bertanya? Kan kamu yang lebih paham." Mengernyitkan keningnya lantaran kebingungan. "Aku jago apa?" Seakan terbawa suasana, Ayhner turut melingkarkan lengan pada bahumu, memeluk dengan cukup erat.
@sleackers "Keren. Apa itu kemampuan khususmu?" Bertepuk tangan dengan antusias. "Apa aku juga bisa begitu?" Ayhner mulai mendekatkan wajahnya pada lehermu, mencoba menghirup aroma tubuhmu. "Rindu biasa, rindu sedang, atau rindu berat?" Ayhner dengan iseng mengecup perpotongan lehermu.
@sleackers "Huh?" Salah tingkah tetapi tidak mau memperlihatkan dengan jelas. "Padahal wajahku saja tidak terlihat jelas begini? Ketutupan poni. Salah orang ya?" Kuasanya turut memegang lenganmu yang berada di puncak kepalanya, menahan gerakanmu dengan tidak niat.