Mengapa berdusta hanya untuk cinta.
Yaa itu lah manusia yg suka dengan fana
Hanya tak ingin bergesa-gesa
Cukup nikmati dan syukuri prosesnya
#Ramadhan#Kareem
Kenapa orang kaya tidak pernah menikahi SELEB MEDSOS?
Kecantikan itu akan memudar seiring bertambahnya waktu. Sedangkan aset yang dimiliki orang kaya akan terus bertambah.
Jadi apa yang di cari orang kaya??
Untold Story
Kisah kehebatan dan ketangguhan Menteri Luar Negeri RI saat itu, Retno Lestari Priansari Marsudi, mengerahkan kemampuan negosiasi dan networking dg kolega internasionalnya, seperti dg Korea Selatan, WHO, termasuk dg Melinda Gates, demi mendapatkan APD serta vaksin pada masa pandemi Covid-19 untuk menjamin keselamatan jiwa Tenaga Medis dan jutaan rakyat Indonesia dari gempuran virus jahanam.
...
Bayangkan jika saat itu bukan Ibu Retno Marsudi yg menjabat sbg Menteri Luar Negeri RI ‼️
DAERAH HARUS MELAWAN.....
PANGGILAN KEMBALI KE NEGARA FEDERAL
SENTRALISASI RASA ORBA BUAT DAERAH CUMA DAPAT REMAHAN!
Pernyataan yang sangat lugas, berani, dan terang benderang! Diskusi mendasar mengenai tata kelola berbangsa kini kembali mencuat ke permukaan seiring kian tergerusnya hak-hak daerah oleh cengkeraman kekuasaan pusat.
Kebijakan demi kebijakan yang diterbitkan pemerintah saat ini dinilai banyak pihak sebagai langkah mundur yang nyata. Semangat Reformasi dan Otonomi Daerah yang diperjuangkan dengan darah dan air mata kini perlahan dilumpuhkan, mengembalikan Indonesia ke era sentralisme otoriter ala Orde Baru!
Mari kita bedah rincian dan realita ketimpangan Hubungan Pusat-Daerah yang makin mencekik hari ini wak.
1. Otonomi Daerah Dikangkangi & Dikebiri
Penarikan berbagai kewenangan strategis, mulai dari perizinan tambang, tata ruang, pengurusan sumber daya alam, hingga kewenangan fiskal dari daerah kembali ke kementerian pusat adalah bukti nyata pengebirian mandat otonomi. Daerah hanya dijadikan penonton dan pelaksana administratif tanpa daya tawar!
2. Kerukan Sumber Daya Alam vs Remahan APBD
Daerah-daerah penghasil kekayaan alam di luar Jawa terus diperah habis-habisan. Hasil bumi dikuras untuk menopang ketahanan nasional dan mega-proyek pusat, sementara daerah asal hanya menyisakan kerusakan lingkungan, kemiskinan ekologis, dan dana bagi hasil yang hanya sekelas "remahan rempah"!
3. Bayang-Bayang Sentralisme Gaya Orde Baru
Gaya kepemimpinan yang serba didikte dari Jakarta menciptakan ketergantungan mutlak. Kepala daerah tidak lagi fleksibel merespons kebutuhan spesifik warganya karena seluruh kebijakan kunci dan anggaran dikunci rapat oleh regulasi yang diproduksi di pusat.
4. Wacana Federalisme: Solusi Keadilan Fiskal & Mandiri Daerah
Seruan untuk kembali atau beralih ke sistem Negara Federal (Negara Serikat) bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan wujud kejenuhan atas ketidakadilan yang berulang. Dalam sistem federal, daerah memiliki wewenang penuh mengelola kekayaannya sendiri, menentukan prioritas pembangunan lokal, dan hanya menyetorkan porsi yang adil untuk urusan pertahanan serta luar negeri kepada pusat!
Apakah Otonomi Daerah saat ini masih bisa diperbaiki, ataukah Sistem Federal memang satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan Indonesia dari ketimpangan yang membusuk?
Bagaimana pandangan kalian? Apakah kalian setuju Indonesia beralih ke Sistem Negara Federal demi keadilan daerah?
Pramono Anung :
Kabel-kabel yang menjuntai di udara dan semrawut akan kami rapikan secara bertahap dengan memindahkannya ke bawah tanah melalui program Penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Penataan ini bertujuan untuk tata kota yang lebih indah dan menghadirkan ruang publik yang tertib, aman, dan nyaman bagi warga.
Kalian tahu nggak…
di Jepang ada stempel yang harganya setara motor, tapi tulisannya nggak kelihatan sama sekali?
Dari permukaan yang polos…
tiba-tiba nama pemiliknya muncul dengan kerapatan yang hampir mustahil dilihat mata telanjang.
Bukan sihir.
Ini hasil kerja tangan pengrajin + teknologi wire-cutting super ekstrem di pabrik Iway Press.
Satu unitnya dihargai sekitar ¥160.000 (sekitar 16 jutaan).
Prosesnya bikin geleng-geleng kepala.
Mau tahu kenapa bisa segitu mahalnya dan gimana cara kerjanya?
Tonton sampai habis.
#StempelJepang #Hanko #ProsesProduksi #FaktaUnik
81 tahun merdeka, semoga kita bisa terus belajar bahwa negara tidak cukup hanya dikelola dengan niat baik, tapi juga butuh bertindak dengan data dan pengetahuan, bukan wangsit. Berbasis kebutuhan masyarakat, bukan usulan segelintir pejabat.
Beda Rumania dengan Indonesia, Rakyat di Indonesia tidak anarkis, masyarakat Indonesia mudah melupakan dan memaafkan walau hidupnya menderita
Se radikalnya rakyat dengan selalu Melengserkan Presidennya, tapi ga ada yang sampai menuntut Hukuman Mati Presidennya...
Hahahaha.. kalem, tp menusuk tepat di ulu hati 😁
Ya bang Fery ya bang Media.
Keren
Tidak boleh lagi percaya spt orang2 Tua smp bang Ngabalin, yg memuja muji habis2an pdhl problematikanya Kita ketahui..
Lah.. yg diomongin ngekek aja dia 😏
"Klo bang Ngabalin, tidak mungkin sekelas presiden bisa Salah.. lah matematika 10+6 sj salah"🤣
"Mengelola negara tidak cukup dg niat mulia..
Sayangnya Pak Presiden hidup di th 1970 imajinasinya... Ketika negara lain berlomba memperkuat tekhnologi, industri, penciptaan lapangan kerja bernilai tinggi..."
Kita sibuk sm MBG & KDMP?! 🤪
Mundur wir...mundurrr...
Salah satu biang kerok utama mengapa kok rasa-rasanya cari uang makin susah dan perputaran ekonomi kita kayak lagi seret banget ?
Uang hasil korupsi yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah itu ternyata SAMA SEKALI GAK BERPUTAR di masyarakat.
Alih-alih masuk ke sistem perbankan atau digunakan untuk pembangunan yang memicu roda ekonomi, uang-uang ini justru ditumpuk mati di dalam safe house atau safe deposit box milik para koruptor.