@WongAlasRoban Saya biasanya daun ini dipake buat ngobatin luka. Tapi sekarang udah susah nemuinnya. Ladang & kebunnya sudah diganti dengan perumahan
Aku seorang suami.
Sehari-hari jualan pakaian pria di sebuah toko kecil.
Dulu aku selalu berpikir, selama mau kerja keras, rezeki pasti datang.
Ternyata kenyataannya nggak sesederhana itu.
Beberapa bulan terakhir, toko sering sepi.
Ada hari dari pagi sampai malam cuma beberapa orang yang masuk.
Bahkan kadang nggak ada satu pun transaksi.
Padahal setiap bulan tetap harus bayar kontrakan toko, listrik, kebutuhan rumah, dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Jujur, pernah beberapa kali aku duduk sendirian di dalam toko sambil menghitung uang di dompet.
Dalam hati cuma bertanya, "Cukup nggak ya buat bertahan sampai bulan depan?"
Sebagai suami, rasanya berat kalau lihat istri ikut kepikiran soal kondisi keuangan.
Apalagi saat semua pengeluaran harus dihemat sebaik mungkin.
Tapi menyerah bukan pilihan.
Kalau aku berhenti, siapa yang akan terus berjuang untuk keluarga?
Setiap pagi aku tetap buka toko.
Merapikan baju, membersihkan rak, lalu berharap ada pelanggan yang datang.
Aku juga mulai belajar promosi lewat media sosial, foto produk yang lebih menarik, ikut live, kasih promo, dan berusaha melayani setiap pelanggan sebaik mungkin.
Pelan-pelan aku sadar, usaha juga harus ikut berkembang.
Hasilnya memang belum langsung besar.
Kadang ada penjualan, kadang masih sepi.
Tapi setidaknya aku tahu kalau aku sedang bergerak, bukan hanya mengeluh.
Aku percaya, rezeki nggak selalu datang secepat yang kita inginkan.
Yang penting jangan berhenti menjemputnya.
Semoga siapa pun yang sedang berjuang mempertahankan usahanya diberikan kekuatan.
Semoga toko yang hari ini masih sepi, suatu saat dipenuhi pelanggan.
Dan semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan menjadi jalan rezeki yang berkah.
Terima kasih untuk semua yang pernah membeli, bertanya, membagikan postingan, atau sekadar mendoakan usaha kecil kami.
Dukungan sekecil apa pun sangat berarti.
Selama masih diberi kesehatan dan kesempatan, aku akan terus membuka pintu toko setiap pagi.
Karena aku percaya, kerja keras yang disertai doa tidak akan sia-sia.
@AzzamIzzulhaq Saya pernah di posisi ini Ustadz. 2 tahun (2012-2014) dengan tanggungan 2 anak dan 1 istri. Tinggal serumah dgn mertua, berangkat pagi pulang sore biar anak² ga tau, walau istri memang tau. Berat dan sering bermasalah karena finansial. Alhamdulillah semuanya sudah terlewati
@xiexiechoi@kempanrb Mengabdi belasan tahun. Lolos seleksi dengan segala pengorbanan. Bahkan untuk pemberkasan pun harus rela pinjam dengan keterbatasan finansial, terus harus nunggu TMT bareng dengan yg pengabdian kurang dari 2 thn. Adil kah?