Aing baru sadar sebenernya aing tu bukan pure homosek, tapi perpaduan antara sapioseksual dan biseksual, walaupun lebih dominan suka sama cowok.
Kadang aing masi bisa suka sama cewek, terutama cewek yang cerdas, sama halnya kayak ke cowok, aing lebih suka cowok yang cerdas.
– gak kayak orang-orang yang sok menceramahi, " just be yourself, jangan takut sama opini masyarakat bla bla bla" di balik akun discreet mereka itu. Bullshit.
Dari sekian banyak reply dan qrt tweet ini aing bisa liat bahwa masih banyak pengguna twitter yang kemampuan literasinya di bawah standar
First of all, aing harus mengklarifikasi bahwa yang aing maksud "tujuan akhir" itu bukan menika, coba pahami sampe tamat deh –
Sebagai part of LGBTQ+ kadang aing bingung tiap menjalin hubungan romantis tu tujuan akhirnya untuk apa dan mau dibawa ke mana?
Apalagi aing sadar bahwa di Indonesia ini nilai heteronormative-nya masih sangat kuat, bahkan mayoritas masyarakat juga masih homophobic –
– aing pengen banget bisa mengekspresikan diri dengan bebas dan tenang, aing juga bukan tipikal orang yang hobi berpasrah menyembunyikan jati diri
Bahkan aing sangat open terkait orientasi seksual yang aing punya –