kalau roy panci gak paham prog. diploma insearch kita bisa maklum dgn kedunguannya. masa pemred @officialinews_@AimanWitjaksono sampai buta kalau CEO nya alumni dari sana. ini kan sdh mempermalukan plus melecehkan sekolah boss @angelatanoe yg bayar gaji klean.😂😂
@mas_veel
Suka tdk suka Mentan Amran sdh menjadi musuh para Mafia Pangan. Ruang gerak tikus" mafia yg membuat petani susah semakin sempit.
Hak" petani yg terampas mulai direbut kembali.
Meskipun swasembada beras sdh dicapai tapi masih ada yg kurang.
Soal kesejahteraan petani menjadi PR yg akan terus diperjuangkan oleh 'Pendekar' para petani ini.
Dgn dukungan kuat dari Presiden serta segenap masyarakat kita berharap apa yg diperjuangkan Mentan Amran bisa menuai hasil maksimal.
Semoga.
Dirgahayu Republik Indonesia 🇮🇩
POV : Aksi Perundungan siswa SMK di Kebumen , terjadi saat Antri MBG
Otot lu gede, Kalo merasa jagoan, cari lawan sebanding cil , jangan duel dengan yang lemah
Kronologi
Kasus dugaan perundungan dan kek*rasan terhadap seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, menjadi perhatian publik setelah rekaman video kejadian tersebut beredar di media sosial.
Peristiwa yang menjadi sorotan itu disebut terjadi pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di lingkungan sekolah. Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban, kejadian bermula saat korban sedang mengantre untuk menerima makanan bergizi gratis (MBG).
Dalam situasi tersebut, korban disebut kemudian diseret oleh siswa lain menuju area kosong yang berada di belakang lingkungan sekolah. Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami tindak kek*rasan yang dilakukan oleh seorang siswa yang disebut sebagai kakak kelasnya. Orang tua korban kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan kek*rasan tersebut kepada pihak kepolisian.
Stop kekerasan, stop Perundungan
Kasus dugaan perundungan dan kek*rasan terhadap seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, menjadi perhatian publik setelah rekaman video kejadian tersebut beredar di media sosial.
Peristiwa yang menjadi sorotan itu disebut terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di lingkungan sekolah. Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban, kejadian bermula saat korban sedang mengantre untuk menerima makanan bergizi gratis (MBG).
Dalam situasi tersebut, korban disebut kemudian diseret oleh siswa lain menuju area kosong yang berada di belakang lingkungan sekolah. Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami tindak kek*rasan yang dilakukan oleh seorang siswa yang disebut sebagai kakak kelasnya.
Orang tua korban kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan kek*rasan tersebut kepada pihak kepolisian.
Kesepakatan ekspor 1000 ton beras ke Malaysia sdh ditandatangani.
Ini baru awal, karena Malaysia kini menjadi pasar ekspor beras Indonesia setelah sebelumnya Palestina dan Mesir.
Mentan Amran memastikan ekspor dilakukan setelah kebutuhan didalam negeri tercukupi.
Indonesia memilki stok beras sebanyak 5,2 juta ton, surplus 2 juta ton.
Swasembada beras telah tercapai, kini Indonesia menjadi eksportir beras.
Capaian hebat yg hrs terus dipertahankan.
🚨 🏟️ THE SELECTIVE ENFORCEMENT
FIFA loves introducing new regulations under the guise of "professionalism," but the execution always exposes a blatant double standard.
When rules, like the new restriction on players covering their mouths to taunt or shield their words, are selectively enforced right in front of an opponent's bench without a single penalty, it proves the guidelines aren't absolute. They are discretionary tools used to penalize some while protecting others.
If a rule only exists to be enforced against specific teams while others get a free pass to taunt technical staff after a red card, it isn't governance. It is institutional bias.