Kawan-kawanku Eksponen Angkatan Reformasi 1998. Sudh 25 tahun kita melakukan reformasi dan sdh banyak diantara kita yg menggengam kekuasaan.
Yuk, berhati-hati memelihara kekuasaan sebagai amanah. Jangan sewenang-wenang dan jangan korupsi, baik korupsi uang maupun korupsi politik. Jangan sampai kita terjebak ke dalam situasi spt sedang menunggangi singa liar.
Menunggangi singa liar itu mengerikan.
Mau turun takut diterkam singa, mau terus di punggung singa pasti takkan kuat dan pasti ada batasnya. Terkadang banyak juga yang memanah singa tetapi nyasar ke penunggangnya.
Agar tak sampai masuk ke situasi menunggangi singa liar, jagalah kekuasaan dgn menegakkan konstitusi dan membangun demokrasi yang berkeadaban. Semoga Tuhan selalu memberkati Indonesia🇮🇩.
Ini disampaikan Bahlil saat pemaparan visi dan misinya sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar di Munas XI, Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Kata Bahlil, yang kini menjadi Ketua Umum Partai Golkar, ia mau membuat Golkar lebih baik dari sekarang karena pemerintahan Prabowo-Gibran adalah kelanjutan rezim Jokowi-Ma’ruf. Ia pun mengungkit “raja Jawa” yang bisa bikin celaka kalau ada yang bermain-main.
Bagaimana pernyataan lengkap Bahlil? Cek video ini, ya.
| Narasi Daily