Kau baik-baik saja, dan aku pun akan baik-baik saja.
Hanya saja, ada perbedaan di antara kita:
kau melanjutkan hidup setelah meninggalkan luka,
aku melanjutkan hidup setelah menyembuhkan luka.
dulu aku pernah cinta sama orang sampe 100% tapi kemudian pas ditinggalin rasanya beneran sakit banget. setelah itu janji sama diri sendiri kalo gak mau lagi ngasih cinta 100% ke seseorang. karna aku percaya siapa yang menunjukkan cintanya lebih banyak, maka dia yang akan kalah.
tapi setelah nonton suatu poadcast, ada suatu kalimat yang bikin aku sadar “aku akan tetap mencintai seseorang 100% dan aku akan tetap melakukan yang terbaik buat dia. kalo emang dia ninggalin aku dan nyakitin aku, setidaknya aku gak menyesal karna udah melakukannya sepenuh hati”
disini aku sadar, bener juga ya. yang penting kita tulus gak setengah”. kalau disakitin berarti dia bukan ditakdirin buat kita.
Tiba-tiba keinget kata Habib Jafar:
“Yang tidak sampai ke kita, tidak perlu dicari tau.
Yang sampai dari mulut orang lain, tidak perlu dipercaya.
Dan yang sampai langsung dari orangnya, dimaafkan.”