Sore, 12 Mei 1998. Enam mahasiswa Trisakti ditembak saat sebagian besar dari sekitar 6.000 mahasiswa sudah kembali ke kampus sepulang dari demonstrasi. Empat mahasiswa, Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, Hendriawan Sie meninggal dunia.
Analisis forensik menunjukkan empat mahasiswa ini meninggal karena tembakan dari senapan steyr. Senapan berdaya ledak tinggi dan hanya dimiliki segelintir unit polisi. Kapolri sendiri mengatakan orang2nya cuma menggunakan peluru karet.
Lambat laun, terkumpul bukti bahwa tembakan itu bukan dari polisi. Tetapi dari unit khusus yang menyamar, menggunakan seragam polisi. Serangan diperhitungkan secara matang untuk memprovokasi mahasiswa.
Memang berdarah dingin...
Sumber: Adam Schwarz, Nation in Waiting, hal 355.
Brimob ini isinya bocah-bocah lulusan SMA yang dikosongkan kepalanya, lalu diberi senjata.
Fungsinya buat garda terdepan lawan demonstran.
Coba googling fungsi Brimob, murni buat kamtibmas versi penguasa.
Pernah liat Brimob ngerjain hal lain?
Bejat!
🚨 URGENT:
In Jakarta, Indonesia (28/8/2025) police brutality has led to a civilian killed after being run over by a Brimob vehicle
CCTV in the area has been shut off. Please help amplify this globally because the Indonesia government and police want to make this stay hidden
We're proud to be joining Liverpool's Pride this afternoon.
Alongside LFC colleagues, supporters and stakeholders in support of the LGBT+ community 🏳️🌈❤️ #RedTogether