Tiba-tiba banyak orang ikut mendukung Spanyol di final piala dunia malam ini.
Bukan karena suka, yang penting asal jangan Argentina dan Messi yang juara.
Baru saja saya melihat video di sebuah media nasional salah satu Pejabat Publik yang sangat dekat dengan Presiden sesdang berbicara dengan sangat berapi-api dalam sebuah forum.
Namun beberapa pernyataan dalam pidato tersebut justru membuat saya tersentak.
Padahal seluruh kritik yang hadir di ruang publik, kerap kali lahir dari pahit dan getirnya perjuangan masyarakat untuk sekedar bertahan hidup di tengah negara yang terus memproduksi dan mereproduksi kekonyolan.
Tapi aku cepat belajar, bahwa keadilan bukan jaminan. Tanpa
uang, tanpa koneksi, tanpa orang berkuasa di pihakmu, kebenaran bisa lepas begitu saja dari tanganmu.
Broken Strings
Jika arah bangsa ini terus berjalan seperti sekarang, maka yang kita hadapi bukan sekadar krisis politik, melainkan krisis kepercayaan yang dapat mengguncang fondasi demokrasi itu sendiri.
https://t.co/HIIPt61ke1
โ ๏ธPesan Pentingโ ๏ธ
SIMPAN GAMBAR DI POST INI DAN SEBAR KE TIKTOK, GRUP WA DAN STORY WA+IG ANDA
Jangan termakan dengan narasi dan provokasi kotor untuk mendiskreditkan emosi dan gerakan warga.
Kita dapat lihat bagaimana narasi untuk melakukan kekerasan kepada warga minoritas dan ajakan penjarahan bisa menjadi strategi untuk memecah belah warga.
Abaikan, rekam, dan laporkan provokasi kepada sesama supaya semua bisa menjaga diri.
@squad_127@AnterajaCare Kalo gk niat buka ekspedisi mending tutup aja deh !
Pengiriman paket dari Tangerang ke Jakarta doang bisa lama banget gk sampe2. CS giliran dikonfirmasi gk ada yg respon. Pelayanan sampah, pantes komplain di appstore sama twitter banyak banget. @AnterajaCare@anteraja_id
Kehadiran Bjorka mengobarkan api pembangkangan. Bjorka seketika menjadi sosok popular di jagat dunia maya, terutama di Twitter.
Tapi, sebelum kalian memuja Bjorka dan โhacktivismโ, ada baiknya baca tulisan ini dulu. #TerminalMojok https://t.co/14dg0lTazn
Kami @pakuite spt Rakyat kebanyakan tahu persis beratnya melawan legal authoritarianism. "Minta maaf saja lah...Jgn sombong!" dan "Kalau tak minta maaf, ya ke pengadilan" dan "Semua sesuai prosedur hukum" dan "Kalau tak terima, ya ikuti prosedur hukum" adl jargon elit & penguasa.
HARIS DAN FATIA, KORBAN KRIMINALISASI PEJABAT PUBLIK ATAS SKANDAL BISNIS DI PAPUA!
18 Maret 2022, Haris & Fatia ditetapkan sbg tersangka oleh Polda Metro Jaya. Pemberitahuan tersebut disampaikan pada keduanya di hari Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB.
https://t.co/8dSpoaCidJ