Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
Ini pertanyaan yang jawabannya lebih ngeri dari yang kebanyakan orang mau akuin.
Banyak korban bilang gak pernah klik link apapun. Gak pernah kasih OTP ke siapapun. Tapi tiba tiba SpayLater atau SpiPinjam mereka jebol.
Dan itu bukan kebetulan. Itu sistem.
Gw jelasin dari dasarnya supaya lo ngerti kenapa ini bisa terjadi tanpa lo melakukan kesalahan apapun.
Data lo udah bocor dari lama.
Indonesia itu surga kebocoran data. Bukan lebay. Ini fakta.
Data BPJS bocor 279 juta data penduduk. Data KPU bocor. Data PLN bocor. Data Indihome bocor. Data BRI Life bocor. Data Tokopedia bocor. Data Dukcapil bocor.
Nama, NIK, nomor KK, tanggal lahir, alamat, nomor HP, bahkan foto KTP lo semua itu udah beredar di dark web dan dijual murah banget. Kadang seharga segelas kopi per satu juta data.
Dan dengan data itu orang bisa ngapain?
Mereka bisa daftar akun baru pakai identitas lo. Bisa verifikasi akun pakai data lo yang udah lengkap. Bisa social engineering ke CS platform dengan pura pura jadi lo.
Yang lebih ngeri SI GA BUTUH OTP LO.
Ada teknik namanya SIM Swap. Pelaku dateng ke gerai operator dengan data lo yang udah mereka punya. Minta ganti SIM card dengan alasan hilang atau rusak. Kalau petugasnya gak teliti nomor HP lo berpindah ke SIM mereka.
Begitu nomor HP lo ada di tangan mereka semua OTP yang harusnya masuk ke HP lo, masuk ke HP mereka.
Dan lo gak sadar sampai tiba tiba HP lo kehilangan sinyal.
Terus salah siapa?
Ini yang paling menyakitkan di Indonesia.
Pas data bocor perusahaannya gak ada yang kena sanksi berarti. Pas SIM Swap terjadi operatornya bilang prosedur sudah dijalankan. Pas akun jebol platformnya bilang keamanan akun tanggung jawab pengguna.
Semua cuci tangan. Semua lempar ke konsumen.
Padahal akar masalahnya jelas — tidak ada regulasi perlindungan data yang punya taring di Indonesia. UU PDP udah disahkan tapi implementasinya masih jauh dari serius.
Negara lain kebocoran data sekelas ini perusahaannya kena denda triliunan dan eksekutifnya bisa dipenjara.
Di sini? Paling trending sehari di Twitter terus lupa.
Dan korbannya tetap rakyat biasa yang harus buktiin sendiri bahwa mereka tidak melakukan kesalahan apapun
The man who grabbed Ariana Grande at the ‘Wicked: For Good’ premiere has been charged with being a public nuisance by a Singapore court.
If found guilty, he will be fined up to S$2,000 ($1,540 in USD).