@AfifXavi Kreator laku dengan kontennya, kalau kelakuannya jelek pun toh selama kriminal mah apa peduli. Daripada sok baik, ternyata ember di podcast, konten pun stagnan. Orang itu liat konten elu dulu sebelum elunya gimana. Kenal saja kagak, pusing amat belain yang benar yg mana.
@FergieLadsID@nanovond well PR itu sangat membantu sekali untuk situasi dimana seseorang bisa "menenangkan" ombak kritik dan keributan. jujur, kasus ini memberi pelajaran bagaimana manajemen masalah yang terkontrol tanpa menyerang kembali. tanpa melihat benar atau salah...
@chrlxnm@DFahmi47371@trisulamerah Jelas lah, kalau sendiri dan "arogan" yang seperti kata elu itu masih dibawa, habis lah kontennya. Tapi dengan gaya pembawaan yang berubah plus kontennya yang berkembang pesat penuh inovasi, dia berubah kok. Nikmati saja semuanya yang bisa dinikmati.
@blendwitz@trisulamerah Bahkan dia terbuka meminta maaf soal blunder terkait banter soal mobil itu. Yaudah lah ya, kalau memang perkataan panji benar pu, tak perlu dipusingin, selama kontennya bagus. Semuanya bisa dinikmati tanpa memperhatikan personalnya. Toh bukan tindak kejahatan
@indogoogling@trisulamerah Atau tonton keduanya juga bisa, bentuk konten berbeda, target konten berbeda jiga. Berbeda sudut pandang, kita juga yang hepi punya banyak insight. Dramanya abaikan saja yang gasuka, yang suka pun ya gausah dikompor2in lagi
@lawyertambalban@TxtdariHI Kan konteks bahasannya itu, kita semua juga paham kalo tindakan mereka itu benar. Tapi terkait yang anda katakan, semua negara besar itu bajingan, beda cara eksekusi saja...
@AreaCakung Sedangkan darurat sipil saja tidak sepenuhnya dideklarasikan. Penanganan polisi (meski busuk di beberapa situasi), tapi masih tidak membuatnya melakukan pengerahan besar2an.
@AreaCakung Padahal sejak awal, sudah dengan mudah bisa diyakini takkan bakal ada darurat militer. Karena skala kerusuhannya bahkan belum sebegitu luasnya bin masih terlokalisasi pada titik2 tertentu. Kalian boleh bilang argumen saya debatable, tapi darurat militer terlalu ekstrim
@HarryRezqiano@kadangsibuk12@_BangFu@DPR_RI Berbeda? Yang terpilih orang yang sama. Dengan koalisi yang artinya semua satu gerbong saja tak berarti presiden bisa megang DPR. Apalagi presidennya seperti yang kalian bayangkan, DPR tidak searah, ya gak guna juga. Gausah pake perandaian, sejarah sudah memberi bukti kok...