Leo/Daniel sempurna di turnamen pertama setelah kembali berpasangan dengan menyabet gelar di Thailand Open 2026.
Mereka tidak kehilangan satu game pun sejak awal dan berhasil mencetak kemenangan pertama atas Rankireddy/Shetty di laga final hari ini.
Selamat Leo/Daniel! More to come 💥⚡🔝
#BadmintonIndonesia #ThailandOpen2026
Daniel Marthin menjalani comeback yang sangat inspiratif. Mungkin salah satu yg terhebat dalam olahraga Indonesia.
Mei 2025: Daniel cedera parah pada lutut kiri pada Piala Sudirman 2025. Daniel mengalami masalah gawat pada tulang lutut. Jadi, dia harus menjalani tindakan arthroscopy debridement alias operasi pembersihan di sendi lutut.
Mei 2026: Daniel yg absen dari turnamen internasional tepat setahun, hari ini bersama partner awalnya Leo Rolly Carnando, berhasil meraih gelar Thailand Open 2026. Daniel bermain eksplosif, seperti tanpa rasa takut.
Respek!
JUARAAA!!! 🔥❤️🔥🇮🇩
Leo/Daniel menyempurnakan cerita comeback dengan naik podium tertinggi di Thailand Open 2026.
Superb!!! LUAR BIASA!!!
#BadmintonIndonesia#ThailandOpen2026
statement “jangan nikah atau punya anak kalau miskin” itu classist dan dehumanizing. kekhawatiran dan standar pribadi lo gak seharusnya dipaksakan ke orang lain, apalagi dalam hal yang halal. definisi “mampu” juga beda-beda, gak bisa diseragamkan dan gak ada titik akhirnya, rezeki juga gak selalu stabil.
kebayang ada keluarga sederhana bonceng tiga naik motor, main ke alun-alun, makan batagor di rumput sambil ketawa-tawa. lalu anaknya mulai besar dan baca kalimat “orang tuamu seharusnya tidak punya anak karena miskin” atau “bapak lo seharusnya gak nikahin ibu lo” di internet. selama ini dia punya prasangka baik dan kenangan hangat, tapi beberapa kalimat bisa meruntuhkan itu semua, bahkan mengubah cara dia memandang orang tuanya sendiri. hati orang tua mana yang gak hancur, seakan yang dihitung cuman uang, bukan cinta, usaha, dan pengorbanan mereka selama ini. yang gue percaya, any sane parent would want the best for their child, life also doesnt always go according to human plans, there are things beyond our control that cant be reduced to rigid standards.
semua ini bukan berarti kita menolak ikhtiar perencanaan yah, tapi menyederhanakan nilai manusia hanya dari finansial itu gak adil buat buat gue. so please, maybe we can be more careful with our words, cobalah lebih berempati. di balik setiap keluarga, pasti ada usaha, cinta, ceritanya masing-masing yang gak keliatan buat lo, jangan lah direduksi jadi duit, duit, duit