Kesadaran buat berhati-hati sama "tuduhan pelecehan sexual" banyak kok diterapkan perusahaan perusahaan sekarang
Soalnya, bantuin bukannya dapat terima kasih, bisa berujung dituduh melecehkan
You don’t solve poverty by teaching everyone to become millionaires. You solve poverty by building an economy where ordinary work can produce a decent life.
Anak-anak S2 di lab sekarang:
1) Sama pembimbing disuruh sesuatu buat thesis: "Implementasikan FFT di FPGA buat aplikasi X", cari apa yang baru buat aplikasi X-nya, nanti kita bikin paper.
Kalau papernya terbit, baru kamu bisa lulus.
2) Pake AI, Claude Code atau Codex:
- "Cariin paper-paper tentang FFT di FPGA 5 tahun terakhir"
- "Ekstrak aplikasi apa yang bisa kita pakai 10 tahun terakhir"
- "Buat rencana 10 langkah apa yang bisa kita lakukan sampai jadi paper di IEEE Transactions"
- "Buat dokumen riset proposal untuk diserahkan ke pembimbing buat rencana publikasi"
Lalu kasih ke pembimbing
3) Pembimbing nanya AI:
- "Apakah rencana ini feasible dan masuk akal buat dilakukan?"
AI:
- "Iya, tapi harus ada perbaikan ini itu ini itu"
Pembimbing:
- "Buat dokumen feedback ke mahasiswa apa yang harus diperbaiki"
Kasih ke mahasiswa, "Ini, bisa langsung lanjut ke koding"
4) Mahasiswa ke AI,
"Break down rencana 10 langkah ini jadi step-step kecil yang bisa di-debug, dibikin unit test, sampai agent bisa debug sendiri"
"Ini dokumen rencananya, kamu bisa kasih ke Claude Code atau Codex"
5) Ke Claude Code atau Codex:
"Lakukan step-step sesuai file ini, satu demi satu, mulai dari step 1"
"Selesai"
"Buat technical documentation step 1"
...
...
"Sekarang lakukan step 10"
"Selesai, FFT untuk aplikasi X udah jadi"
"Update technical documentation dari step 1"
"Selesai"
Kasih ke pembimbing: "Ini Pak"
6) Pembimbing ke AI
"Cek ini, bagus gak? Bisa dipublikasi ke IEEE Transactions?"
"Bisa, tapi harus perbaiki ini itu ini itu"
"Buat dokumen feedback"
Ke mahasiswa:
"Ini ya, perbaiki"
7) Mahasiswa ke Claude Code/Codex:
"Perbaiki berdasarkan feedback pembimbing"
...
"Ini jadi"
8) Pembimbing nanya AI:
"Ini udah diperbaiki"
"Bagus sekarang kita bisa nulis paper"
9) Mahasiswa ke Claude Code/Codex
"Sekarang buat kode latex untuk paper IEEE transactions"
"Isinya Abstract, Introduction, Background, Design, Analysis, Comparison, Conclusion, References"
"Referencenya pake bibtex"
"Pake dokumentasi 10-step ini yang udah dibikin dan dicek pembimbing"
"Buat semua diagram blok pake drawio"
"Buat semua grafik dan plot yang bikin paper kita keliatan bagus"
...
...
AI: "Ini papernya udah jadi"
"Pura-pura jadi reviewer terus kasih komen yang jahat"
...
...
"Perbaiki berdasarkan komen reviewer ini"
...
"Ini papernya udah jadi. Ini kode Latex-nya. Ini PDF-nya"
10) Pak papernya udah jadi
Pembimbing nanya AI, "Ini udah bagus? Bisa disubmit?"
"Perbaiki ini itu"
...
...
"Sekarang udah bisa disubmit"
11) Submit ke IEEE Transactions
Editor nyari reviewer pake AI.
Reviewer kasih papernya ke AI cuma gak bilang aja ke editor.
Reviewer kasih hasil AI ke Editor.
Editor: "Major revision"
12) Pembimbing: "Major revision tuh, perbaiki"
Mahasiswa ke Claude Code/Codex:
"Perbaiki paper dan kode kita berdasarkan feedback reviewer"
"..."
"..."
"Udah jadi revisinya sama jawaban komennya"
Submit revisinya ke jurnal
13) Editor ke Reviewer
Udah diperbaiki, cek ini reviewer
Reviewer ke AI: "Apakah ini perbaikannya sudah cukup?"
"Sudah. Accepted."
14) Editor ke Pembimbing: "SELAMAT PAPERNYA ACCEPTED"
15) Pembimbing ke mahasiswa: "PAPERNYA UDAH ACCEPTED. KAMU BIKIN THESIS, SETELAH ITU SIDANG, BISA LULUS"
16) Mahasiswa ke Codex:
"Buat jadi ikut template Thesis kampus ini"
"Selesai"
17) "Ini Pak"
"Besok sidang"
"Oke Pak"
18) SELAMAT KAMU LULUS S2!!!
1. As a man, i got to man up. Gagal, belajar, retry, berhasil, repeat
2. Uang yg di-spend ikhlas buat bikin diri sendiri/orang terdekat happy, return-nya berkali-kali lipat. Entah gmn jelasinnya, tapi ini real di gue
3. Ketakutan itu mostly cuma di pikiran aja
quand on sait que tiktok recrute à coup de millions des ingés en neurosciences comportementales et des spécialistes du design persuasif pour hacker nos circuits dopaminergiques, je me félicite chaque jour de n'avoir jamais créé de compte sur cette plateforme mdr
regardez ces études scientifiques en IRMF et eeg qui montrent très clairement quele format vidéo court attaque directement le cortex préfrontal et le cortex cingulaire antérieur (pour info ces zones gèrent le contrôle exécutif, la prise de décision et la régulation de l'attention)
sachez qu’een bombardant le cerveau de micro stimuli imprévisibles, l'algo altère la densité de matière grise et réduit l'activité du réseau par défaut & cette surstimulation permanente entraîne une incapacité chronique à penser à long terme et détruit la capacité à être focus, 2 facultés qui pour moi sont littéralement indispensables à notre époque pour construire l'avenir
bref je pense que refuser d'entrer dans ce système, c'est simplement préserver son autonomie cognitive et la souveraineté de sa propre attention face à une ingénierie de l'addiction taillée sur mesure
Sekadar pendapat berdasarkan pengalaman dan pengamatan:
Saya belum mendapat penjelasan lengkap dari kedua pihak. Namun dari pengakuan sudah bayar pajak Rp 500 juta, kemungkinan beliau bukan wajib pajak yang dapat menggunakan tarif UMKM lagi (0,5% x omset).
Kenapa? Kalau Rp 4,8 M setahun, maka pajak maksimal Rp 24 juta.
Lalu apa penyebabnya?
Belajar dari bbrp kejadian viral, petugas pajak memperoleh data/informasi pihak ketiga, seperti informasi perbankan, faktur pajak dari lawan transaksi, atau bukti potong. Ketika seluruh data/informasi dihimpun, muncul profil penghasilan yg jauh di atas yg dilaporkan.
Masukan solusi:
Jika masih tahap SP2DK, komunikasikan dg baik ke AR. Jika punya bukti kuat, sampaikan dan jelaskan dg argumen yg baik. Berikan hitungan versi WP.
Jika data kantor pajak lbh kuat, akui dan minta kelonggaran mengangsur sesuai kemampuan.
Jika sdg pemeriksaan:
Tunjukkan semua dokumen, data, informasi dan keterangan yg lengkap. Jika benar, landasi dg argumen yuridis. Jika data kantor pajak lebih kuat, bisa ajukan skema pengangsuran ketetapan pajak.
Jika merasa sama kuat, WP boleh dispute. Minta QA ke Kanwil. Jika blm tuntas, bisa ajukan keberatan ke Kanwil dan nanti banding ke Pengadilan.
Mumpung msh ada waktu, sebaiknya dicari solusi yg baik. Bisnis harus tetap berjalan dan dibantu. Kewajiban ke negara, yg sdh sesuai aturan, juga ditunaikan dg baik.
Semoga bermanfaat🙏🏻
List Kebobrokan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya yang tidak diliput media agar Jepang citranya tetap bagus
[A Thread]
1. Atlet India dan Thailand tertahan di bandara Nagoya 12 jam sehingga mereka terpaksa harus cari penginapan sendiri
2. Atlet senam Tiongkok Zhang Boheng, peraih medali perak Olimpiade dua kali dan juara dunia, mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya menunggu lebih dari 8 jam setelah mendarat
The job-opening-to-applicants ratio rlly got me. Bidang IT & Telekomunikasi nyampe angka 11 gilaa (literally setiap 1 graduate diwakilkan 11 job 😹)Then followed by machinery & electricity field di angka 6 😭
Segampang apa nyari kerja di jp:
W update linkedin open to work 2 minggu lalu, sampe sekarang yang ngechat dari agen pindah kerja udah ada 10 lebih. Dalam 2 minggu gue udah wawancara ama 3 perusahaan.
Gini amat negara kurang orang