Tangis Pilu Ibunda dr. Icha: Perpisahan Terberat Seorang Ibu untuk Anaknya
Testimoni langsung Ibunda Dr. icha:
“Kamu catat, saya anggota dewan komisi 3 yang membawahi kementerian kesehatan bla bla bla……..”
“Saat ini juga saya bisa berhentikan praktek kamu”
“Panggil wartawan”
“Mukanya ditunjuk tunjuk….”
Bayangin suasana suram di IGD tersebut, dan dr. Icha sudah mengaku ke ibunya dalam kondisi sangat ketakutan dan terintimidasi.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
i think long-term stress changes people quietly. you become less expressive, less excited, more tired, more detached, until one day you barely recognize the version of yourself that existed before survival mode.
Kuasa hukum GRIB Jaya mengungkap alasan di balik dibawanya IF, putri penulis Ahmad Bahar, ke kantor DPP GRIB. Mereka menyebut langkah tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi pesan WhatsApp bernada ancaman yang masuk ke ponsel istri Hercules dan disebut berasal dari nomor milik IF.
~RS
Bantah aja fakta di filmnya, malah ribut sumber dananya. Padahal jelas tuh disebutkan sumbernya di teks film itu. Ngomong-ngomong soal sumber dana, dari mana kekayaan tuan Rp64,9 miliar?
Padahal bisa banget looh responnya:
"Pemerintah memahami tekanan terhadap rupiah dan terus mengambil langkah terkoordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi.”
kok malah super denial bilang:
"RAKYAT DI DESA NGGAK PAKAI DOLAR"
wallahi we're doomed.
#intinyadeh demo masyarakat Aceh di depan kantor Gubernur memprotes Pergub ttg JKA yg membedakan jaminan kesehatan berdasarkan tingkat ekonomi (desil)
Polisi bubarin massa dgn water cannon & gas air mata.
Jurnalis dicegat, disuruh hapus video liputan: "di sini gak ada pers2"
Sesat betul MBG ini. Saat banyak orang masih sulit mengakses makanan bergizi. Harga bahan pangan juga naik. Tapi sisa pangan terbuang banyak sekali, dan ini karena kesalahan program yang menyedot APBN hingga 7 persen. Tak ada negara lain yang serusak Indonesia dalam menyelenggaran program makan siang di sekolah.
Bikin rupiah lemah
Bikin infrastruktur ga lagi prioritas
Bikin dana pendidikan berkurang
Bikin investor males masuk
Bikin dana riset gagal ditambah
Bikin orang keracunan
Bikin pedagang kena tabrak
Bikin pajak ga bisa turun
Bikin budget program strategis ga optimal
UJUNG2NYA DIMAKAN AJA KAGAK
LITERALLY BAKAR DUIT NEGARA BGSTTT
WARTAWAN DI MEDAN DIDUGA DI CULIK ANGGOTA TNI
Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI AD pada Selasa (12/5/2026) malam.
Peristiwa ini terjadi tak lama setelah media tersebut menayangkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan di wilayah Kabupaten Langkat.Kronologi Penjebakan: Modus Informasi NarkobaAksi dugaan penculikan ini bermula dari upaya penjebakan yang rapi.
Kepada awak media, SP menceritakan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan dalih ingin membagikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, FK mengajak SP untuk bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.Namun, setibanya di lokasi yang disepakati, situasi berubah drastis. SP tidak mendapati diskusi yang dijanjikan, melainkan intimidasi fisik.“Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal.
Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis,” ujar SP dengan raut wajah trauma, Selasa malam.Di dalam kendaraan tersebut, situasi semakin mencekam. SP mengaku melihat sosok pria mengenakan seragam loreng yang diduga kuat merupakan anggota TNI AD. Di bawah tekanan dan ancaman, SP dipaksa untuk menyangkal kebenaran produk jurnalistik yang telah diterbitkannya.“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi.
Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu,” tegas SP.Lebih ironis lagi, para terduga pelaku mencoba menutup-nutupi aksi mereka dengan pesan yang tak masuk akal. Jika ada rekan sejawat atau keluarga yang bertanya mengenai keberadaan SP, ia diperintahkan untuk berbohong.“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkapnya menirukan ucapan oknum tersebut
Saya rangkum poin-poin penting dari tulisan @TheEconomist terkait Indonesia terbaru. Silakan renungkan sendiri:
The Economist menilai pemerintahan Prabowo Subianto terlalu boros secara fiskal dan makin otoriter secara politik.
Program makan gratis dan koperasi desa dianggap membebani anggaran di tengah penerimaan pajak melemah dan subsidi energi membengkak.
Defisit mendekati batas 3% PDB, dengan risiko penurunan rating utang, pelemahan rupiah, dan keluarnya modal asing.
Pencopotan Sri Mulyani Indrawati disebut sebagai tanda melemahnya disiplin fiskal.
Kekuasaan politik dan ekonomi dinilai makin tersentralisasi melalui Danantara, BUMN, dan pelemahan independensi Bank Indonesia.
Artikel juga menyoroti menguatnya peran militer dan melemahnya oposisi parlemen, memunculkan kekhawatiran kembalinya pola Orde Baru. The Economist menyebut gaya sentralisasi dan kontrol elite Prabowo lebih mirip Sukarno, tetapi kekhawatiran publik terhadap militerisme mengingatkan pada era Soeharto.
Meski begitu, The Economist mencatat Prabowo belum sepenuhnya represif dan masih menunjukkan beberapa sikap moderat.
Kesimpulan utamanya: Indonesia dinilai sedang bergerak menjauh dari semangat Reformasi, dengan risiko ekonomi dan demokrasi yang sama-sama meningkat.
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.
Maudy Ayunda turut berikan pesan terkait tuntutan yang diberikan ke Nadiem, dlm tulisannya:
"My heart breaks for Indonesia and its well-meaning, talented people. Who now undoubtedly have to think a thousand times over before EVER working in/with the government in any capacity."