Miris bet kan, di Indonesia otter diburu, anaknya diperjual belikan untuk dipelihara dan dikontenkan, tempat hidup mereka dijadikan tempat sampah dan limbah
Padahal dengan jaga lingkungan, kita bisa banget liat hewan lucu itu lalu lalang di sekitaran rumah, mengingat Indonesia banyak kali dan sungainya.
Salah satu kritik terhadap makanan Nusantara adalah menurutku:
Bagaimana rezim cenderung mempertahankan romantisme seperti misalnya Nasi Jamblang atau Nasi Lengko asal tempatku yang merupakan "makanan khas" orang sini dan dulunya sebagai bekal praktis buruh gula atau spirtus dan sudah berhenti di situ.
Lalu ada juga kebiasaan meminum air teh gula atau tanpa gula setelah makanan dan kalo dilihat secara sejarahnya, ini bukan lahir dari ruang kosong, tapi memang kondisi yang ada saat itu: surplus gula dan kelangkaan bahan hanya untuk golongan kelas ningrat, elite dan untuk kebutuhan ekspor.
Tahun berganti, tapi sikap narsisme itu tetap subur semacam sikap angkuh bahwa Indonesia itu negara besar dan kaya dgn harapan dengan sendirinya bisa tetap relevan dalam segi pemenuhan asupan gizi harian.
Kita tahu ngga sedikit negara-negara yg saat ini maju itu dulunya juga sempat melarat juga, tapi mereka mampu mengembangkan makanan tradisionalnya dengan tetap relevan agar gizi harian terpenuhi dan rakyatnya tidak kekurangan gizi/stunting.
Jepang adalah salah satu negara yang aku tahu ini, beberapa negara seperti Thailand dan Vietnam ini dua contoh yg juga sukses membawa makanan khasnya ke dalam luar batas negaranya.
Eksistensi suatu makanan itu kayanya kurang gimana gitu jika hanya bertahan karena romantismenya. Selain itu makanan itu pasti juga menyangkut lingkup kerja dan ekonomi warganya.
Maka setiap mode economy berubah dengan tren di belakangnya, apalagi kehadiran negara jarang memberikan insentif untuk pegiat kuliner, pedagang, pokoknya yang menghidupi ekosistem ini, tak heran jika makanan yg mungkin kita kenal di buku sejarah hanya sebatas katalog--bahwa ia pernah ada di sana dan kita hanya bisa membayangkannya.
Virgin Mulyono:
- ijazah S1 mungkin palsu
Elect result: 53-55%, 2 periode
Chad Modi:
- tgl lahir palsu
- crta masa kecil palsu
- pernikahan & istri palsu
- pengalaman hidup bertapa palsu
- bachelor degree palsu
- magister degree palsu
Elect result: 66%, 3 periode still strong π€£