"Perang adalah saat di mana orang-orang yang tidak saling mengenal saling membunuh demi kepentingan orang-orang yang saling mengenal tetapi tidak saling membunuh." dyemmnn
Dah lebih yang lebih gila lagi, ini filem biografi yang dengan kata lain diangkat dari kisah nyata. gak suka perang dan nonton filem ini makin ga suka sama peperangan. jadi pas nonton ini setuju banget sama salah satu kutipan yang populer banget
@ardisatriawan 100k dan panci ditukar dengan kebijakan ngawur bertahun-taun. makannya warga ga boleh pinter soale ga bisa disetir, siapin ikan dari pada kasih pancing ama jaring. buat bergantung lalu bisa dikendalikan.
Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
Kisah ironis dan menyesakkan dada ini dialami oleh seorang Guru Besar Universitas Indonesia bernama Profesor Raldi Artono Koestoer.
Melihat tingginya angka kematian bayi prematur dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar biaya sewa inkubator rumah sakit yang sangat mahal, ia menggunakan kecerdasannya untuk merakit inkubator bayi portabel berteknologi canggih namun sangat hemat listrik.
Hebatnya, ia sama sekali tidak mengomersialkan alat penopang kehidupan tersebut, melainkan meminjamkannya secara gratis kepada ribuan ibu miskin di berbagai pelosok daerah.
Namun bukannya diberi medali penghargaan atau dana bantuan riset oleh negara, gerakan mulia sang profesor justru mendapat tamparan keras dari sistem birokrasi.
Pada tahun 2016, pemerintah melalui kementerian terkait mendadak menegur dan mencoba menghentikan operasional peminjaman inkubator tersebut.
Alasannya sangat kaku, alat penyelamat nyawa itu dianggap melanggar aturan karena belum memiliki sertifikat izin edar dan Standar Nasional Indonesia layaknya produk alat medis komersial buatan pabrik raksasa.
Tuntutan untuk mengurus perizinan yang memakan biaya sangat mahal dan proses yang rumit tentu tidak masuk akal untuk sebuah proyek amal yang dijalankan secara swadaya.
Ironi menyedihkan ini sempat memancing kemarahan publik secara luas, memperlihatkan bukti nyata bagaimana sebuah inovasi jenius anak bangsa yang murni bergerak untuk misi kemanusiaan justru nyaris dicekik mati oleh aturan kertas di negerinya sendiri.
Nobar PESTA BABI di Angkasa, Jayapura.
Ada yang terus berusaha menyebarkan link atau mengupload film agar orang berhenti berkumpul, bergotong royong, dan berdiskusi.