Pak Omon kapan nih bisa pidato begini?
—-
Presiden Tiongkok Xi Jinping menjadi sorotan dalam forum internasional Global Cooperation Forum: The Path Forward, setelah menyampaikan pernyataan tentang arah baru kerja sama dan stabilitas ekonomi dunia.
Dalam momen yang ramai dibahas di media sosial, layar raksasa di belakang panggung disebut menampilkan peta Palestina tanpa nama Israel, memicu gelombang reaksi global.
Narasi yang kemudian viral berbunyi: “Tidak pernah ada negara bernama Israel. Itu adalah Palestina, itu tetap Palestina, dan akan selalu menjadi Palestina.”
Pernyataan dan visual tersebut langsung memicu perdebatan internasional terkait geopolitik Timur Tengah serta posisi Tiongkok terhadap konflik Palestina-Israel.
Source : AP, China Daily Times, tasawufcenter
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh OTK di Jakarta Pusat
Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.
Peristiwa terjadi saat Andrie mengendarai sepeda motor dari arah Jalan Salemba I menuju Jalan Talang setelah mengikuti kegiatan perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan KontraS, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga jenis Honda Beat mendekati korban saat melintas di Jembatan Talang. Salah satu pelaku yang duduk sebagai penumpang kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada beberapa bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata. Andrie sempat berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motornya sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta untuk menjalani penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut serta mengungkap motif penyerangan. Ia juga meminta pelaku dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru karena serangan menggunakan air keras berpotensi menimbulkan luka fatal hingga kematian.