Hari ini mau ada interview sama direktur, tapi jujur gue gak pede banget krna katanyaa beliau orang asing dimana pasti interview akan pake full english. Sedangkan skill English gue sangat nol untuk conversation:( gue takut malu maluin didepan beliau
“Apa istimewanya dia, sampai kau hancur begini tanpa dia?”
Mungkin sebab…
“dia adalah sakit yang tak pernah aku benci,
dan luka yang masih ingin aku peluk berkali-kali.”
Pelik kan?
Kadang-kadang orang yang paling melukakan kita,
adalah orang yang paling susah kita benci. 🤍
Kau pernah ada seseorang macam ni?
Hal-hal yang bisa bikin rezeki jadi seret:
1. Mulai dari ninggalin salat Subuh.
2. Makan terlalu berlebihan sampai lupa batas.
3. Konsumsi pornografi.
4. Hobi ngomongin keburukan orang lain alias gossiping.
5. Ikut terlibat dalam praktik riba.
6. Jarang banget istigfar dan introspeksi diri.
Kadang kita sibuk mikirin, “Gimana ya biar rezekiku makin lancar?”
Padahal mungkin yang perlu dibenerin bukan cuma cara kita mencari rezeki, tapi juga cara kita menjaga diri.
Just a little reminder for myself: rezeki bukan cuma soal nominal, tapi juga soal keberkahan.
jadi, apa selama ini gue cuma tempat dia numpang pulih, apa gue yang terlalu luas nerima sinyal yang sebenarnya bukan buat gue, gue pikir kita punya kode.
Jujur aku baru tau…
Ternyata secara neuroscience, kehilangan seseorang yang sangat berarti atau berakhirnya sebuah hubungan emang bisa berdampak besar pada kesehatan mental.
Bahkan, sebagian orang bisa ngalamin sesuatu yang mirip sama "sakau biologis."
Kenapa bisa begitu?
Karena ketika kita punya ikatan emosional yang kuat sama seseorang, otak terbiasa nerima "hadiah" berupa dopamin, oksitosin, dan berbagai zat kimia yang berkaitan sama rasa nyaman, aman, dan kedekatan.
pernah dimarahi karna berusaha MENJELASKAN apa yang aku rasakan.
pernah di diamkan karna aku berani MENGUTARAKAN kekecewaan, lalu pada akhirnya aku sadar, bahwa aku tidak pernah diberi WAKTU untuk membela diriku sendiri. tapi semua menjadi salahku, dan aku dituntut harus diam mengerti, memahami, serta MENERIMA semuanya
bisa jadi, closure terbaik itu adalah menyadari bahwa kamu sudah mengupayakan yang terbaik. sekeras itu kamu berjuang, seberusaha itu kamu melakukan banyak hal, semua itu tetap tidak akan cukup jika memang bukan kamu yang dia mau.
sampai di sini, semoga kamu tidak terus-menerus memaksakan diri, ya. 🙂